<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Remaja &#8211; Perpustakaan Sidodadi (TBM)</title>
	<atom:link href="https://perpustakaansidodadi.com/category/remaja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://perpustakaansidodadi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Oct 2013 07:55:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2021/02/ico-perpustakaan-sidodadi-hargomulyo-pripih.jpg</url>
	<title>Remaja &#8211; Perpustakaan Sidodadi (TBM)</title>
	<link>https://perpustakaansidodadi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Artikel tentang Remaja masa kini</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/366/artikel-tentang-remaja-masa-kini/</link>
					<comments>https://perpustakaansidodadi.com/366/artikel-tentang-remaja-masa-kini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2013 07:54:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://perpustakaansidodadi.com/?p=366</guid>

					<description><![CDATA[Pada masa remaja, terdapat banyak hal baru yang terjadi, dan biasanya lebih bersifat menggairahkan, karena hal baru yang mereka alami merupakan tanda-tanda menuju kedewasaan. Dari masalah yang timbul akibat pergaulan, keingin tahuan tentang asmara dan seks, hingga masalah-masalah yang bergesekan dengan hukum dan tatanan sosial yang berlaku di sekitar remaja.Hal-hal &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2013/10/images.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" alt="images" src="http://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2013/10/images.jpeg" width="259" height="195" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pada masa remaja, terdapat banyak hal baru yang terjadi, dan biasanya lebih bersifat menggairahkan, karena hal baru yang mereka alami merupakan tanda-tanda menuju kedewasaan. Dari masalah yang timbul akibat pergaulan, keingin tahuan tentang asmara dan seks, hingga masalah-masalah yang bergesekan dengan hukum dan tatanan sosial yang berlaku di sekitar remaja.Hal-hal yang terakhir ini biasanya terjadi karena banyak faktor, tetapi berdasarkan penelitian, jumlah yang terbesar adalah karena &#8220;tingginya&#8221; rasa solidaritas antar teman, pengakuan kelompok, atau ajang penunjukkan identitas diri. Masalah akan timbul pada saat remaja salah memilih arah dalam berkelompok.Banyak ahli psikologi yang menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa yang penuh masalah, penuh gejolak, penuh risiko (secara psikologis), over energi, dan lain sebagainya, yang disebabkan oleh aktifnya hormon-hormon tertentu. Tetapi statement yang timbul akibat pernyataan yang stereotype dengan pernyataan diatas, membuat remaja pun merasa bahwa apa yang terjadi, apa yang mereka lakukan adalah suatu hal yang biasa dan wajar.Minat untuk berkelompok menjadi bagian dari proses tumbuh kembang yang remaja alami. Yang dimaksud di sini bukan sekadar kelompok biasa, melainkan sebuah kelompok yang memiliki kekhasan orientasi, nilai-nilai, norma, dan kesepakatan yang secara khusus hanya berlaku dalam kelompok tersebut. Atau yang biasa disebut geng. Biasanya kelompok semacam ini memiliki usia sebaya atau bisa juga disebut peer group.Demi kawan yang menjadi anggota kelompok ini, remaja bisa melakukan dan mengorbankan apa pun, dengan satu tujuan, Solidaritas. Geng, menjadi suatu wadah yang luar biasa apabila bisa mengarah terhadap hal yang positif. Tetapi terkadang solidaritas menjadi hal yang bersifat semu, buta dan destruktif, yang pada akhirnya merusak arti dari solidaritas itu sendiri.Demi alasan solidaritas, sebuah geng sering kali memberikan tantangan atau tekanan-tekanan kepada anggota kelompoknya (peer pressure) yang terkadang berlawanan dengan hukum atau tatanan sosial yang ada. Tekanan itu bisa saja berupa paksaan untuk menggunakan narkoba, mencium pacar, melakukan hubungan seks, melakukan penodongan, bolos sekolah, tawuran, merokok, corat-coret tembok, dan masih banyak lagi.Secara individual, remaja sering merasa tidak nyaman dalam melakukan apa yang dituntutkan pada dirinya. Namun, karena besarnya tekanan atau besarnya keinginan untuk diakui, ketidak berdayaan untuk meninggalkan kelompok, dan ketidak mampuan untuk mengatakan &#8220;tidak&#8221;, membuat segala tuntutan yang diberikan kelompok secara terpaksa dilakukan. Lama kelamaan prilaku ini menjadi kebiasaan, dan melekat sebagai suatu karakter yang diwujudkan dalam berbagai prilaku negatif.Kelompok atau teman sebaya memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menentukan arah hidup remaja. Jika remaja berada dalam lingkungan pergaulan yang penuh dengan &#8220;energi negatif&#8221; seperti yang terurai di atas, segala bentuk sikap, perilaku, dan tujuan hidup remaja menjadi negatif. Sebaliknya, jika remaja berada dalam lingkungan pergaulan yang selalu menyebarkan &#8220;energi positif&#8221;, yaitu sebuah kelompok yang selalu memberikan motivasi, dukungan, dan peluang untuk mengaktualisasikan diri secara positif kepada semua anggotanya, remaja juga akan memiliki sikap yang positif. Prinsipnya, perilaku kelompok itu bersifat menular.Motivasi dalam kelompok (peer motivation) adalah salah satu contoh energi yang memiliki kekuatan luar biasa, yang cenderung melatarbelakangi apa pun yang remaja lakukan. Dalam konteks motivasi yang positif, seandainya ini menjadi sebuah budaya dalam geng, barangkali tidak akan ada lagi kata-kata &#8220;kenakalan remaja&#8221; yang dialamatkan kepada remaja. Lembaga pemasyarakatan juga tidak akan lagi dipenuhi oleh penghuni berusia produktif, dan di negeri tercinta ini akan semakin banyak orang sukses berusia muda. Remaja juga tidak perlu lagi merasakan peer pressure, yang bisa membuat mereka stres.Secara teori diatas, remaja akan menjadi pribadi yang diinginkan masyarakat. Tetapi tentu saja hal ini tidak dapat hanya dibebankan pada kelompok ataupun geng yang dimiliki remaja. Karena remaja merupakan individu yang bebas dan masing-masing tentu memiliki keunikan karakter bawaan dari keluarga. Banyak faktor yang juga dapat memicu hal buruk terjadi pada remaja.Seperti yang telah diuraikan diatas, kelompok remaja merupakan sekelompok remaja dengan nilai, keinginan dan nasib yang sama. Contoh, banyak sorotan yang dilakukan publik terhadap kelompok remaja yang merupakan kumpulan anak dari keluarga broken home. Kekerasan yang telah mereka alami sejak masa kecil, trauma mendalam dari perpecahan keluarga, akan kembali menjadi pencetus kenakalan dan kebrutalan remaja.Tetapi, masa remaja memang merupakan masa dimana seseorang belajar bersosialisasi dengan sebayanya secara lebih mendalam dan dengan itu pula mereka mendapatkan jati diri dari apa yang mereka inginkan.Hingga, terlepas dari itu semua, remaja merupakan masa yang indah dalam hidup manusia, dan dalam masa yang akan datang, akan menjadikan masa remaja merupakan tempat untuk memacu landasan dalam menggapai kedewasaan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://perpustakaansidodadi.com/366/artikel-tentang-remaja-masa-kini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ucapan Idul Fitri 1434 H</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/319/ucapan-idul-fitri-1434-h/</link>
					<comments>https://perpustakaansidodadi.com/319/ucapan-idul-fitri-1434-h/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Aug 2013 05:07:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://perpustakaansidodadi.com/?p=319</guid>

					<description><![CDATA[Kuping bisa salah dengar, Mulut bisa salah bicara, Hati bisa salah sangka, Di hari yang fitri ini, “Taqobalallahu minna wa minkum, Mohon maaf lahir dan bathin” __________________________________________________________________________________ “Izinkan membuka tabirnya dengan maaf agar cahayanya menembus jiwa fitrah dari tiap khilaf, Selamat Lebaran ya sahabat” __________________________________________________________________________________ Bila ada langkah membekas lara, &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3></h3>
<div></div>
<div>
<div><a href="http://4.bp.blogspot.com/-0kIFSOv3uL0/UfN_s0axrnI/AAAAAAAABEk/EyQCsCEHV70/s1600/kartu+ucapan+lebaran+ucapan+selamat+idul+fitri+tulisan+arab+1432H%5B7%5D.jpg"><img decoding="async" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-0kIFSOv3uL0/UfN_s0axrnI/AAAAAAAABEk/EyQCsCEHV70/s400/kartu+ucapan+lebaran+ucapan+selamat+idul+fitri+tulisan+arab+1432H%5B7%5D.jpg" width="400" height="272" border="0" /></a></div>
<p>Kuping bisa salah dengar, Mulut bisa salah bicara, Hati bisa salah sangka, Di hari yang fitri ini, “Taqobalallahu minna wa minkum, Mohon maaf lahir dan bathin”</p></div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>“Izinkan membuka tabirnya dengan maaf agar cahayanya menembus jiwa fitrah dari tiap khilaf, Selamat Lebaran ya sahabat”</div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>Bila ada langkah membekas lara, Ada kata merangkai dusta, Ada tingkah menoreh luka Mohon maaf lahir dan bathin, selamat hari lebaran 1434 H / 2013 M</div>
<p>&nbsp;</p>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>“Ramadhan membasuh hati yang berjelaga Saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya”</div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>Apabila idul fitri yaitu lentera, ijinkan membuka tabirnya dengan maaf, supaya cahayanya menembus jiwa fitrah dari setiap khilaf Mohon maaf atas segala salah, Selamat hari raya idul fitri 1434H</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>“Manusia akan segera kembali ke fitrah masing-masing, fitrah adalah ide bawaan sejak lahir, ide bawaan tersebut adalah “Laa ilaha Illallah” mari sucikan hati kita kembali kepada tauhid. mohon maaf lahir bathin dan Selamat Idul Fitri 1434″</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>“Mungkin hari-hari yang lewat, telah menyisakan sebersit kenangan yang tak terlupa.. , ada salah, ada khilaf, ada dosa yang mengikuti perjalanan hari – hari itu.</div>
<div>agar tak ada sesal, tak ada dendam, tak ada penyesalan., mari kita sama-sama sucikan hati, diri, dan jiwa kita.Mohon maaf atas segala kesalahan dan selamat lebaran.”</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>“Untuk lisan dan sikap yang tak terjaga, Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.”</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>” Ramadhan telah surut, Hari yang Fitri telah terbit, Maaf kumohonkan, Agar hati bersih dari dosa, mohon maaf lahir bathin dan Selamat Idul Fitri 1434 H. / 2013 M.</div>
<div>Minal Aidin wal Faizin</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>“Sayup terdengar takbir berkumandang, Tanda Ramadhan akan lewat, Ampunan diharap, barokah didapat, Taqobalallahu minna wa minkum, Mohon maaf lahir dan bathin”</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>Andai tangan tak kuasa menjabat, Setidaknya kata masih dapat terungkap</div>
<div>Setulus hati mengucapkan, Selamat Lebaran. Mohon maaf lahir &amp; batin</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>“Ketupat udah dipotong, Opor udah dibikin, Nastar udah dimeja, Kacang udah digaremin, Gak afdhol kalo gak Minal Aidin wal Faizin Taqobalallahu minna wa minkum”</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>“Berbuat khilaf adalah sifat, Meminta maaf adalah kewajiban, Dan kembalinya Fitrah adalah tujuan, saya ucpkan mohon maaf lahir dan bathin”</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>Untuk lisan yang tak terjaga</div>
<div>Untuk janji yang terabaikan</div>
<div>Untuk hati yang berprasangka</div>
<div>Untuk sikap yang menyakitkan</div>
<div>Di hari yang fitri ini, dengan tulus hati kuucapkan Mohon maaf dan selamat lebaran kuucapkan</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>Aku sadar memang bukan teman yang sempurna untuk kamu. Kesalahan dan kekhilafan. Selalu saja ada diantara kita.</div>
<div>Terutama aku yang sering ngerepotin kamu. Selamat Lebaran dan maafkan Lahir Batin.</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>Bulan Ramadhan sudah berlalu</div>
<div>serta hari kemenangan sudah datang</div>
<div>karenanya mari kita bersihkan hati serta jiwa kita dari gelimang dosa mohon maaf lahir serta bathin, selamat lebaran..</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>orang yang sangat mulia adalah</div>
<div>orang yang akan memaafkan kekeliruan orang lain, bersihkan diri, sucikan hati di hari yang fitri ini.</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>harta sangat bernilai yaitu sabar</div>
<div>rekan sangat setia yaitu amal.</div>
<div>ibadah sangat indah yaitu ikhlas.</div>
<div>identitas sangat tinggi yaitu merupakan iman. pekerjaan sangat berat yaitu memaafkan.</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>mohon maaf atas semua khilaf</div>
<div>kadang-kadang cinta, bikin orang beralih keseluruhan. kadang-kadang cinta juga bikin orang lantas sakit hati, barangkali terucap kata2 maniz. kadang-kadang berujung pedih. maaf hatiku apabila hatimu tersinggung dari kata2 ku.</div>
<div>met lebaran ya.</div>
<div></div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap</div>
<div></div>
<div>Tiada kata, Kecuali “saling maaf” jalin ukhuwah &amp; kasih sayang raih indahnya kemenangan hakiki</div>
<div></div>
<div>Selamat Hari Raya Idul Fitri</div>
<div></div>
<div>_________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Mawar berseri dipagi Hari</div>
<div></div>
<div>Pancaran putihnya menyapa nurani</div>
<div></div>
<div>Sms dikirim pengganti diri</div>
<div></div>
<div>SELAMAT IDUL FITRI</div>
<div></div>
<div>MOHON MAAF LAHIR BATHIN</div>
<div></div>
<div>_________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Faith makes all things possible.</div>
<div></div>
<div>Hope makes all things work.</div>
<div></div>
<div>Love makes all things beautiful.</div>
<div></div>
<div>May you have all of the three.</div>
<div></div>
<div>Happy Idul Fitri.</div>
<div></div>
<div>_________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Walopun operator sibuk n’ sms pending terus,</div>
<div></div>
<div>Kami sekeluarga tetap kekeuh</div>
<div></div>
<div>Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin</div>
<div></div>
<div>_________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Cangkem iki sering nggedabrus</div>
<div></div>
<div>utek iki sering mikir sing elek</div>
<div></div>
<div>Minal aidzin wal faidzin</div>
<div></div>
<div></div>
<div>Mohon maaf lahir batin.</div>
<div></div>
<div>_________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh,</div>
<div></div>
<div>Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,</div>
<div></div>
<div>Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN.</div>
<div></div>
<div>Mohon Maaf lahir Dan batin</div>
<div></div>
<div>________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>MTV bilang kalo MO minta maap g ush nunggu lebaran</div>
<div></div>
<div>Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan</div>
<div></div>
<div>Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl disuruh</div>
<div></div>
<div>Kyai blg org jujur Ga perlu malu utk minta maap</div>
<div></div>
<div>Jd krn Mrs anak nongkrong yg jujur, keren cakep Dan baek</div>
<div></div>
<div>Ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir Dan batin</div>
<div></div>
<div>_______________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Seiring cahaya rahmat bulan Syawal,</div>
<div></div>
<div>kuberi maafku setulus lahirmu dan kupinta maafmu sedalam batinku.</div>
<div></div>
<div>Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H. / 2013 M.Minal aidin wal faizin.</div>
<div></div>
<div>Mohon maaf lahir dan batin.</div>
<div></div>
<div>_________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Senandung asma 4JJ1 menghiasi malam menghampiri fajar menyambut hari kemenangan.</div>
<div></div>
<div>Jabat tangan penuh kasih, eratkan tali silaturrahim</div>
<div></div>
<div>Jiwa yang suci dari sang maha suci, tapi sering kali ternoda oleh dosa pada insane.</div>
<div></div>
<div>Sucikan jiwa dengan saling memaafkan</div>
<div></div>
<div>________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>” Sepuluh jari tersusun rapi.. Bunga melati pengharum hati ..</div>
<div></div>
<div>SMS dikirim pengganti diri… Memohon maaf setulus hati …</div>
<div></div>
<div>Mohon Maaf Lahir dan Batin .. Met Idul Fitri …</div>
<div></div>
<div>_________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Andai jemari tak smpt berjabat,andai raga tak dpt b’tatapseiring beduk yg mgema,</div>
<div></div>
<div>sruan takbir yg berkumandangkuhaturkan salam menyambut hari raya idul fitri,</div>
<div></div>
<div>jk ada kata serta khilafku membekas lara mhn maaf lahir batin.</div>
<div></div>
<div>SELAMAT IDUL FITRI</div>
<div></div>
<div>_________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Beningkan hati dg dzikir</div>
<div></div>
<div>Cerahkan jiwa dg cinta</div>
<div></div>
<div></div>
<div>Lalui hr dg senyum</div>
<div></div>
<div>Tetapkan langkah dg syukur</div>
<div></div>
<div>Sucikan hati dg permohonan maaf</div>
<div></div>
<div>mEt hArI RaYa IduL fiTrI</div>
<div></div>
<div>TaqobbaLallaHu minNa wA MinKuM</div>
<div></div>
<div>Minal AidziN WaL FaidziN</div>
<div></div>
<div>Mhn MaaF LahiR n BaTiN</div>
<div></div>
<div>_________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Masa aktif Hidup anda hampir berakhir, saldo dosa anda makin meningkat, di hari yang fitri ini raih kesempatan untuk meningkatkan saldo Iman. Isi ulang dengan sirahturahmi. SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir &amp; batin</div>
<div></div>
<div>_________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Satukan tangan,satukan hati</div>
<div></div>
<div>Itulah indahnya silaturahmi</div>
<div></div>
<div>Di Hari kemenangan Kita padukan</div>
<div></div>
<div>Keikhlasan untuk saling memaafkan</div>
<div></div>
<div>Selamat Hari Raya Idul Fitri</div>
<div></div>
<div>Mohon Maaf Lahir Batin</div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Sebelas bulan Kita kejar dunia,</div>
<div></div>
<div>Kita umbar napsu angkara.</div>
<div></div>
<div>Sebulan penuh Kita gelar puasa,</div>
<div></div>
<div>Kita bakar segala dosa.</div>
<div></div>
<div>Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,</div>
<div></div>
<div>Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.</div>
<div></div>
<div>Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,</div>
<div></div>
<div>Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.</div>
<div></div>
<div>Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin</div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh,</div>
<div></div>
<div>Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,</div>
<div></div>
<div>Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN.</div>
<div></div>
<div>Mohon Maaf lahir Dan batin</div>
<div></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<div>Orang Ganteng Orang Jelek.</div>
<div></div>
<div>Gue Ganteng Elo Jelek.</div>
<div></div>
<div>Lebaran dah Dateng</div>
<div></div>
<div>So Maafin Gw Jek</div>
<div></div>
<p>Mohon Maaf Lahir Bathin</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Bila Idul Fitri adalah lentera,<br />
izinkan membuka tabirnya dengan maaf agar cahayanya menembus jiwa fitrah dari tiap khilaf<br />
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H…</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Sebelum Ramadhan pergi<br />
Sebelum Idul fitri datang<br />
Sebelum operator sibuk<br />
Sebelum sms pending mulu<br />
Sebelum pulsa habis<br />
Dari hati ngucapin MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN<br />
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN</p>
<p>__________________________________________________________________________________</p>
<div></div>
<p>Sebening fiber optic,setinggi tower bts,seluas jangkauan wimax,secepat broadband access,mohon<br />
bandwidth maaf yg selebar2nya. Minal aidin wal faidzin.</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Walau Hati `gak sebening XL dan secerah MENTARI.<br />
Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,<br />
kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS-kan diri dari ROAMING dosa,<br />
kita hanya bisa angkat JEMPOL padaNya yang selalu buat kita HOKI dalam mencari kartu AS dan STAR ONE selama hidup, kita harus FLEXI-bel untuk menerima semua pemberianNYA dan menjalani MATRIX kehidupan ini… dan semoga amal kita tidak ESIA-ESIA.<br />
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Anak Kodok Makan Ketupat,Makan Ketupat Smbl Mlompat<br />
Ngrim Kartu Udah Ga Sempat,<br />
Pake Smspun”No What-What”<br />
“Taqobbalallahu minnawaminkum,tetap smngat dan dahsyat!</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Ramadhan membasuh hati yang berjelaga<br />
Saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya<br />
Untuk lisan dan sikap yang tak terjaga<br />
Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.<br />
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H<br />
Minal Aidin Wal Faidzin Taqabalallahu minnaa wa minkum</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Faith makes all things possible.<br />
Hope makes all things work.<br />
Love makes all things beautiful.<br />
May you have all of the three.<br />
Happy Iedul Fitri.</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Sekalian saya mau mengucapkan<br />
Selamat Iedul Fitri 1432 H<br />
Taqobalallahu minna wa minkum<br />
Mohon Maaf Lahir Dan Bathin</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Cangkem iki sering nggedabrus, utek iki sering mikir sing elek.<br />
Minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir batin.</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div>
Sayup terdengar takbir berkumandang<br />
Tanda Ramadhan akan lewat<br />
Ampunan diharap, barokah didapat<br />
Taqobalallahu minna wa minkum<br />
Mohon maaf lahir dan bathin</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Bryan Adams said “Please Forgive Me..”<br />
Rio Febrian said “Ooo.. Maaf, maafkan diriku..”<br />
Ruben Studdard said “Well this is my sorry for 2004.”<br />
Yuni Shara said “Mengapa tiada maaf bagiku.”<br />
Elton John said “Sorry seems to be the hardest word.”<br />
Mpok Minah said “Maaf.. bukannya saya ngak ngerti.. bukannya saya nggak sopan..”<br />
I said “Minal Aidin wal faizin..”</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Bila ada langkah membekas lara<br />
Ada kata merangkai dusta<br />
Ada tingkah menoreh luka<br />
Mohon maaf lahir dan bathin<br />
Selamat hari raya Idul Fitri 1434 H</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Ketupat udah dipotong<br />
Opor udah dibikin<br />
Nastar udah dimeja<br />
Kacang udah digaremin<br />
Gak afdhol kalo gak Minal Aidin wal Faizin<br />
Taqobalallahu minna wa minkum</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Sebelum takbir berkumandang<br />
Sebelum ajal menjemput<br />
Sebelum jaringan over load<br />
Ijinkan kami memohon maaf lahir dan bathin</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Mata kadang salah melihat. Mulut kadang salah berucap.<br />
Hati kadang salah menduga. Maafkan segala kekhilafan. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat hari raya Idul Fitri 1434H.</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>The holy and beautiful Syawal will come soon<br />
There is no word proper to welcome it<br />
Except the word of pray and forgiveness<br />
My Majesty if you forgive all my fault<br />
And hope your worship accepted by Allah The God of Merciful and the Beneficent</p></div>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Orang yang paling mulia adalah<br />
Orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain<br />
Bersihkan diri, sucikan hati Di hari yang Fitri ini.</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Bulan Ramadhan telah berlalu<br />
Dan hari Kemenangan telah datang<br />
Untuk itu mari kita bersihkan hati dan jiwa kita<br />
Dari gelimang dosa<br />
Mohon Maaf Lahir dan Bathin</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Berbuat khilaf adalah sifat<br />
Meminta maaf adalah kewajiban<br />
Dan kembalinya Fitrah adalah tujuan<br />
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Ramadhan telah surut<br />
Hari yang Fitri telah terbit<br />
Maaf kumohonkan<br />
Agar hati bersih dari dosa<br />
Minal Aidin wal Faizin</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Let’s write all the mistakes down in the sand<br />
And let the wind of forgiveness erase it away<br />
Happy Idul Fitri, Minal Aidin wal Faizin</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>MATA kadang salah melihat<br />
MULUT kadang salah mengucap<br />
HATI kadang salah menduga<br />
Dengan niat tulus suci dengan ikhlas<br />
Mohon Maaf Lahir dan Bathin</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Jika langkahku membekas lara,<br />
Kataku merangkai dusta;<br />
Lakuku menoreh luka;<br />
Dari jeritan lubuk bathinku<br />
Dengan ketulusan hatiku<br />
Komohonkan maaf lahir bathinku<br />
Taqobalallahu minna wa minkum<br />
Minal Aidin wal Faizin<br />
Mohon Maaf Lahir dan Bathin<br />
Selamat Hari Raya Idul Fitri<br />
1 Syawal 1434 H</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Andai tangan tak kuasa menjabat<br />
Setidaknya kata masih dapat terungkap<br />
Setulus hati mengucapkan<br />
Selamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir &amp; batin<br />
Ridho Allah dan berkahNya<br />
Menyertai hambanya<br />
Yang saling ucapkan maaf<br />
Dan memberi maaf<br />
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H<br />
Maaf Lahir Bathin</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Ijinkan saya bersajak<br />
Untuk LISAN yang tak terJAGA<br />
Untuk JANJI yang terABAIKAN<br />
Untuk HATI yang berPRASANGKA<br />
Untuk SIKAP yang meNYAKITKAN<br />
Di hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATI<br />
Saya mengucapkan mohon MAAF LAHIR &amp; BATHIN<br />
Semoga ALLAH selalu membimbing kita Bersama di jalanNYA</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Sepuluh jari kutangkupkan<br />
Maaf Lahir Bathin kupohonkan<br />
Taqobalallahu minna wa minkum<br />
Minal Aidin wal Faizin</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Gema takbir bergumpal didalam dada<br />
Idul Fitri seratus meter lagi</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Semoga kesucian hati<br />
Tidak hanya untuk Idul Fitri<br />
Selamat Idul Fitri 1434 H<br />
Mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan kami selama ini</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Ramadhan akan berlalu<br />
Jiwa bersih membalut kalbu<br />
Dengan kerendahan hati<br />
Mohon diberi maaf yang suci<br />
Selamat idul fitri 1434 H<br />
Minal aidin wal faizin</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini<br />
Kemenangan akan kita gapai<br />
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi<br />
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa<br />
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu<br />
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT<br />
Kami sekeluarga menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H<br />
Taqobalallahu minna wa minkum Mohon maaf lahir dan bathin</p>
<p>__________________________________________________________________________________</p>
<div></div>
<p>Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hati<br />
Tulusnya jiwa membuka pintu maaf<br />
Minal Aidin wal faizin Mohon Maaf Lahir dan Bathin</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Suminten wonten pinggir margi sadean kupat bumbune santen<br />
Puniko dinten Riyadi sadaya kalepatan nyuwun pangapunten<br />
Taqobalallahu minna wa minkum</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Mata bisa salah lihat<br />
Kuping bisa salah dengar<br />
Mulut bisa salah bicara<br />
Hati bisa salah sangka<br />
Di hari yang fitri ini<br />
Mohon maaf lahir dan bathin</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Jika aku tak memberi maaf<br />
Bukan karena aku tak mau memberi maaf<br />
Tetapi engkau tak punya salah<br />
Maaf apa yang harus kuberikan?</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Jika aku memberi maaf<br />
Bukan karena engkau meminta maaf<br />
Tetapi karena sepenuh maaf aku berikan<br />
Setulus hati, seikhlas niatku<br />
Meski tanpa kau minta</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Jika aku meminta maaf<br />
Bukan karena hari ini Lebaran<br />
Tetapi karena Ridho Allah SWT<br />
Yang telah membukakan pintu kejujuran hati nurani<br />
Untuk mengakui segala khilaf dan alpa<br />
Dengan segenap cemas dan sesal<br />
Aku memohon maaf</p>
<div>__________________________________________________________________________________</div>
<div></div>
<p>Kapanpun lebarannya, ucapannya:<br />
Taqaballahu minna wa minkum<br />
minal aidzin wal faizin<br />
mohon maaf lahir dan bathin</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://perpustakaansidodadi.com/319/ucapan-idul-fitri-1434-h/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PENGORBANAN CINTA SEORANG MANUSIA KEPADA VAMPIRE</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/206/pengorbanan-cinta-seorang-manusia-kepada-vampire/</link>
					<comments>https://perpustakaansidodadi.com/206/pengorbanan-cinta-seorang-manusia-kepada-vampire/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2013 04:56:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://perpustakaansidodadi.com/?p=206</guid>

					<description><![CDATA[Karya Willy Levon Lance adalah seorang pria yang hidup serba biasa. Kehidupan sehari-harinya adalah bekerja di sebuah agensi majalah tentang penelitian arkeologi. Memiliki wajah yang tampan dan jabatan yang bagus di kantor tersebut tidak membuat para wanita tertarik dengannya, karena Lance memiliki sebuah keanehan. Keanehan tersebut lah yang membuat wanita &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>Karya Willy Levon</p>
<p>Lance adalah seorang pria yang hidup serba biasa. Kehidupan sehari-harinya adalah bekerja di sebuah agensi majalah tentang penelitian arkeologi. Memiliki wajah yang tampan dan jabatan yang bagus di kantor tersebut tidak membuat para wanita tertarik dengannya, karena Lance memiliki sebuah keanehan. Keanehan tersebut lah yang membuat wanita – wanita tidak menyukai</p>
<p>Suatu saat, Lance duduk di teras depan rumahnya dan berpikir : “Mungkinkah ada seorang wanita yang mau menjadi jodoh saya meskipun dia seorang Vampire”<br />
“Dan jika memang ada. Saya bersedia mengorbankan diri saya untuk dia asalkan dia mau menjadi jodoh saya”</p></div>
<div></div>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://3.bp.blogspot.com/-dNoC6YVHOEs/UdCWgQCYKbI/AAAAAAAAHFY/lcYguxnrTFs/s900/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg"><img decoding="async" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/-dNoC6YVHOEs/UdCWgQCYKbI/AAAAAAAAHFY/lcYguxnrTFs/s400/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" width="400" height="320" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td>Pengorbanan Cinta Seorang Manusia Kepada Vampire</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div></div>
<div>Setelah berpikir,kemudian Lance pon pergi ke dalam rumah untuk mengambil sebuah kertas untuk menuliskan isi hatinya tersebut. Sewaktu sedang menulis, tiba-tiba Lance ditelepon oleh atasannya yang bernama Pak Steven. (Dan terjadilah komunikasi).</p>
<p>Pak Steven : Halo, Lance.<br />
Lance : Ada perlu apa pak?<br />
Pak Steven : Oh begini Lance, saya mau anda besok ke Kastil Bran di<br />
Kota Rumania bersama Fredrick.<br />
Lance : Baik pak, saya besok akan kesana.<br />
Pak Steven : Oke. Terima kasih. (sambil menutup telepon)</p>
<p>Keesokan harinya, Lance pun bersiap-siap dengan mengambil beberapa peralatan untuk pergi ke Kastil Bran tersebut. Dan sebelum itu Lance pun pergi ke rumah Fredrick untuk menjemputnya dengan mobil BMW.</p>
<p>Sewaktu dalam perjalanan ke kastil Bran. Mereka pun berbincang-bincang.</p>
<p>Fredrick : Lance, dengar-dengar kastil Bran itu adalah markas VAMPIRE.<br />
Lance : Ah.. Kamu pasti bercanda. It’s Impossible!<br />
Fredrick : Let’s see later. You will be scared! HAHA (sambil ketawa)</p>
<p>Sesampai di daerah Kastil Bran, mereka meminta izin dari penduduk sana untuk membuka gerbang tersebut untuk dimasuki.</p>
<p>Lance : Sir, may we enter this Bran Castle?<br />
We have a license to enter this castle<br />
Citizen : Okay, you may go in but be careful.<br />
Lance : Okay. Thanks!</p>
<p>Kemudian mereka pun masuk ke dalam Kastil untuk meneliti beberapa arkeolog yang ada di dalamnya. Sambil melihat-lihat sekitar Kastil, Lance dan Fredrick pun mulai meneliti berbagai foto-foto yang ada di dalam kastil tersebut.</p>
<p>Sewaktu Fredrick sedang melihat beberapa foto , tiba-tiba Fredrick dikejutkan oleh munculnya seorang wanita.<br />
Dan wanita itu bertanya : Apa yang kalian lakukan disini?<br />
Fredrick : (Terdiam)<br />
Lance pun menjawab : Kami mempunyai tugas untuk meneliti beberapa<br />
arkeolog yang ada disini. Bolehkah kami meneliti?<br />
Wanita itu kemudian menjawab : Boleh, tetapi ada 1 syarat.<br />
Lance menjawab : Apa syaratnya? Kami akan penuhi asal syarat itu<br />
Masih masuk diakal<br />
Wanita itu pun berkata : Saya mau salah 1 dari kalian membawa saya pulang<br />
Ke rumah kalian. Walau saya adalah seorang<br />
Vampire.<br />
Lalu Lance menjawab : “Iya saya bersedia” tetapi kami boleh melanjutkan<br />
Penelitian kami bukan?<br />
Baiklah kalau kamu bersedia. Dan saya menginjinkan kalian meneliti arkeolog-arkeolog yang ada di dalam kastil ini sampai jam 5 sore saja. ‘ujar si Vampire wanita tersebut.</p>
<p>Fredrick pun terkejut mendengar Lance membuat kesepakatan dengan si vampire tersebut. Fredrick pun bertanya kepada Lance.<br />
‘Hey , Lance. Apakah kamu sudah tidak waras? Membawa seorang vampire wanita ke rumah kamu? Bisa-bisa nanti darah kamu diisap sampai habis’<br />
Kemudian Lance pun menjawab : ‘Tidak masalah. Saya tahu dia itu adalah manusia bukan seorang vampire. Tidak mungkin zaman sekarang masih ada vampire. Sudah, ayok kita lanjutkan penelitian yang tinggal 2 jam lagi.</p>
<p>Kemudian mereka pun meneliti, dan tibalah jam 5 sore. Si vampire wanita pun menyuruh mereka untuk segera bergegas keluar dari kastil bran ini, dan membawa dia pulang ke rumah Lance. Lance dan Fredrick pun mengemas barang-barang yang sudah diteliti dan membawa pulang bersama vampire wanita tersebut.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang, Fredrick merinding sekaligus gemetaran melihat vampire wanita tersebut. Dan akhirnya sampai juga di rumah Fredrick, Fredrick pun segera mengambil barang-barang yang diteliti bersama Lance untuk dibawakan kepada atasan mereka untuk dipublikasikan dalam majalah mereka. Setelah itu, Lance pun membawa vampire wanita tersebut pulang ke rumah dia.</p>
<p>Sesampainya dirumah Lance, Lance menyambut vampire ini dengan ramah dan bertanya beberapa pertanyaan kepada si vampire.</p>
<p>‘Sorry. Apakah saya boleh bertanya ?’‘ujar Lance<br />
‘Boleh . Silahkan!’ ‘balas si Vampire<br />
Bolehkah saya tahu nama kamu siapa? ‘ujar Lance<br />
Nama saya adalah Dee. ‘balas si vampire<br />
Apakah benar kamu adalah seorang vampire?<br />
Dan mengapa kamu mau pulang bersama saya? ‘ujar Lance<br />
Iya saya memang seorang vampire.<br />
Saya harus mencari seseorang yang mau mengorbankan darahnya untuk saya agar saya tetap bisa hidup,dan kamulah orangnya! ‘balas Dee<br />
Lance pun terkejut dan mendengar perkataan Dee.<br />
Lalu Lance menjawab ‘Baiklah saya bersedia, asalkan kamu juga mau menjadi pendamping hidup saya, walau kamu adalah seorang Vampire.<br />
Mendengar perkataan Lance, Dee pun terharu dengan jawaban Lance.</p>
<p>Setelah malam itu , Lance dan Dee pun tidur bersama di rumah Lance.<br />
Keesokan harinya. Lance pun bangun dan menyiapkan beberapa makanan untuk dimakan bersama Dee.<br />
Dee pun bangun dari tempat tidurnya dan segeralah Dee menghisap darah Lance sewaktu Lance duduk menunggunya di meja makan.<br />
Lance pun mengerang kesakitan. Arghhhhh! ‘suara Lance berteriak.<br />
Setelah selesai menghisap darah Lance, Dee pun bertanya : ‘Apakah kamu menyesal dengan kesepakatan kita?’. Lance menjawab dengan kepala tegak : ‘Tidak! Saya sama sekali tidak menyesal. Walau kamu seorang vampire yang akan menghisap darah saya setiap hari sampai habis, saya tetap akan setia kepadamu Dee, karena memang saya pernah berpikir untuk hidup dengan seorang Vampire.’</p></div>
<div>
Dee pun merasa terharu dengan perkataan Lance yang mau mengorbankan darahnya untuk dia. Setelah itu Lance pun mengajak Dee keluar ke sebuah taman di dekat kota Bukares. Sebelum pergi ke taman itu, Lance memakaikan baju dan celana yang menutupi kulit Dee dan kacamata hitam. Agar Dee bisa bebas dari sinar matahari. Kemudian mereka pun pergi ke taman tersebut dengan mobil BMW milik Lance.</p>
<p>Sesampainya di Taman Bukares, Lance membawa Dee berjalan-jalan untuk menikmati dunia luar. Ketika sampai di sebuah patung permohonan. Lance pun bilang kepada Dee untuk membuat sebuah permohonan dengan patung tersebut. Lalu mereka pun masing-masing membuat permohonan mereka. Dan di patung tersebut Lance menyatakan cintanya dan kesetiaannya kepada Dee. Lance berkata : ‘Saya akan menemani hidupmu sepanjang hidupku karena Hidupmu adalah hidupku juga. Mungkin saya sudah ditakdirkan berjodoh dengan seorang vampire’ (sambil tersenyum kepada Dee).</p>
<p>Matahari pun mulai terbenam, Lance pun tahu apa yang harus dilakukannya. Lance pun membawa Dee untuk pulang ke rumah. Sewaktu dalam perjalanan Dee pun bertanya kepada Lance. ‘Apakah kamu yakin dengan keputusan kamu di depan patung permohonan tersebut?’. Saya sudah yakin dan tidak ada seorang pun yang bisa merubah keputusan saya walau si Fredrick sekalipun.’ ‘jawab Lance. Dan akhirnya sampai ke rumah Lance.</p>
<p>Sesampainya dirumah Lance, Lance membuka pintu dan masuk bersama Dee. Baru masuk ke rumah Dee sudah langsung mengigit dan menghisap darah Lance.</p>
<p>Hari demi hari darah Lance dihisap oleh Dee. Lance pun sekarang mulai kehabisan darah walau setiap hari Lance memakan obat penambah darah. Badan Lance pun mulai melemah. Dan Lance pun berkata kepada Dee : ‘Mungkin inilah masa-masa paling indah dalam hidup saya . Saya sudah bisa mendapatkan pasangan hidup saya dan berkorban untuknya.’. Dee pun menjawab : ‘Bertahanlah Lance! Karena saya juga akan mendapatkan masa paling indah dalam hidup saya. Saya mau kamu juga bisa ikut mendampingi saya dalam masa terindah tersebut. ‘Baiklah. Saya akan bertahan karena saya juga pingin melihat kamu bahagia’. Tiba-tiba Dee pun menghilang dari hadapan Lance. Lance pun berteriak : ‘TIDAK! DEE ! Kemana kamu? Kenapa kamu tiba-tiba menghilang? (sambil menangis Lance pun bangkit dari tempat tidurnya). Lance tiba-tiba merasakan tenaganya pulih kembali dan bekas-bekas gigitan dari Dee menghilang.</p></div>
<div>
Lance keluar dan duduk di depan perkarangannya dan bertanya : ‘Kenapa bisa hilang bekas-bekas gigitan Dee dalam tubuh saya? Kenapa kesehatan saya pulih kembali? Dan dimanakah Dee se…. tiba-tiba ada seorang wanita berteriak : ‘Lance Lance Lance! . Lance pun menoleh ke arah jalan dan melihat wanita tersebut yang mirip dengan Dee. Lalu Lance bertanya : ‘Siapakah kamu? Kok kamu mirip de-dengan Dee?<br />
‘Iya saya memang Dee. Saya sudah terbebas dari kutukan vampire. Saya sudah menjadi manusia sepenuhnya! Saya sudah bebas’ (sambil menangis memeluk Lance). Terima kasih Lance, atas semua pengorbananmu!<br />
‘Benarkah kamu Dee? Din fericire, trebuie să fii om. (dalam bahasa Rumania)’<br />
(Din Fericire, trebuie sa fii om) berarti (Syukurlah kamu sudah menjadi manusia).<br />
‘Tetapi, sewaktu kita baru mengenal kamu mengatakan kamu adalah seorang vampire bukan karena kutukan vampire?’ Tanya Lance<br />
‘Hahaha. Iya itu supaya kamu takut dengan saya dan bersedia mengorbankan hidup kamu, tetapi karena kesetiaanmulah kepada saya dan pengorbananmu, maka saya bisa menjadi manusia yang normal seperti manusia biasa lainnya.’</p>
<p>Lalu mereka berdua berpelukan. Setelah itu mereka memutuskan untuk berpindah ke Paris dari Bukares. Dan menikmati hidup mereka di Paris.</p>
<p>Sesampainya di Paris, mereka mengunjungi menara Eiffel untuk berfoto-foto dan kemudian mereka pun melangsungkan pernikahan mereka di kota Paris.</p>
<p>Sewaktu acara pernikahan dimulai disebuah gereja. Mereka berdiri,kemudian Lance bertanya kepada Dee : ‘Dee apa permohonan kamu di patung Taman Bukares?’ Dee pun menjawab: ‘Saya membuat permohonan agar suatu hari kelak saya bisa menjadi manusia dan bisa menjadi pendamping hidupmu dan tinggal denganmu untuk selamanya! Kalau kamu? Lance pun menjawab : ‘Saya meminta agar kamu menjadi pendamping hidupku walau kamu seorang vampire.’. Lalu tiba-tiba Dee membisik kepada Lance : ‘Lance,sebenarnya saya masih punya 1 gigi vampire di mulut saya’. Lance pun terkejut dan berkata : ‘Benarkah? Astaga! Dee pun membalas : ‘Tidaklah, saya cuma bercanda, agar kamu tidak tegang kali dalam pernikahan ini. Hahaha!’</p>
<p>Lalu pernikahan pun selesai dilaksanakan. Setelah itu mereka hidup berbahagia di kota Paris sampai beranak cucu dan mengabadikan kisah mereka dalam catatan hidup mereka.<br />
Demikianlah kisah pengorbanan cinta seorang manusia kepada vampire<br />
Mohon maaf, jika ada kesalahan kata-kata.<br />
Terima kasih.</p>
<p><b>PROFIL PENULIS</b></div>
<div>Twitter : @WillyLevon<br />
Email : willylevon@gmail.com<br />
Blog: ttwentysixx.blogspot.com<br />
Hometown : Medan<br />
Thanks 😀</div>
<div></div>
<p>DMCA Protection on: <a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/06/pengorbanan-cinta-seorang-manusia.html#ixzz2Y38PBT89">http://www.lokerseni.web.id/2013/06/pengorbanan-cinta-seorang-manusia.html#ixzz2Y38PBT89</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://perpustakaansidodadi.com/206/pengorbanan-cinta-seorang-manusia-kepada-vampire/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FIRST LOVE NEVER DIES</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/203/first-love-never-dies/</link>
					<comments>https://perpustakaansidodadi.com/203/first-love-never-dies/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2013 04:53:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://perpustakaansidodadi.com/?p=203</guid>

					<description><![CDATA[Karya  Kurnia Laras Asih Langit malam tampak lebih indah dari biasanya saat bulan purnama yg benderang ada disana. Aku dan Adi berbaring tenang di atas mobil pick-up milik Adi yang tengah mencoba untuk menghitung bintang -bintang yg bertaburan. Ia terus mengulangi hitungannya dari awal tiap kali aku menyela, dan ia &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
Karya  Kurnia Laras Asih</div>
<div>
Langit malam tampak lebih indah dari biasanya saat bulan purnama yg benderang ada disana. Aku dan Adi berbaring tenang di atas mobil pick-up milik Adi yang tengah mencoba untuk menghitung bintang -bintang yg bertaburan. Ia terus mengulangi hitungannya dari awal tiap kali aku menyela, dan ia tampak cukup kesal.<br />
“,Adi berisik ah! Kamu nggak bakal bisa hitungin bintang sebanyak itu..”</p>
<p>Adi pun berhenti menghitung lalu menghela nafas panjang, “Oke… Aku berhenti, tapi kamu harus jawab pertanyaanku dulu!”<br />
“Oke, siapa takut?? Matematika? IPA? Aku jagonya!”<br />
“Ihh, bukan soal pelajaran tau! Dengar ya.. Apa bedanya bintang kejora dengan mata hitammu??”<br />
“Hmm, ya iyalah beda. Itu ‘kan bintang, kalo ini mata..”<br />
“Eits, salah! Jawabannya, kalau bintang kejora itu menerangi banyak orang di bumi tiap malam hari. Nah, kalau mata hitammu itu menerangi hidup, jiwa, dan hatiku tiap hari, tiap jam, dan tiap detik”</p></div>
<div></div>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://1.bp.blogspot.com/-GISCWNPxT8U/UdNfJhIVD0I/AAAAAAAAHH8/sW03N8b4W2k/s900/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-GISCWNPxT8U/UdNfJhIVD0I/AAAAAAAAHH8/sW03N8b4W2k/s400/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" width="400" height="320" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td>First Love Never Dies</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>Aku tertawa, “Rayuan palsuu”<br />
“Ihh, serius! Tau ngga, kalo langit itu seharusnya malu sama aku??”<br />
“Lho, memangnya kenapa?”<br />
“Karena.. Bintang-bintang yang langit punya itu kalah indahnya sama mata hitam kamu!”<br />
“Eh, tapi kamu sayang sama aku bukan cuma gara-gara mata hitam aku‘kan??<br />
Irwan menggeleng degan penuh keyakinan, “Ya jelas bukan. Aku sayang sama kamu itu ya karena diri kamu sendiri, Laras”<br />
Aku dan Adi sama-sama tersenyum dan suasana pun hening sejenak.<br />
Adi mengecup keningku dan…<br />
* * *</p>
<p>BRUK..!!<br />
“Aduh!|<br />
Aku terbangun dan lagi-lagi karena jatuh dari tempat tidur.<br />
Aku pun mencoba untuk berdiri walau sulit karena selimut tebalku melilit tubuhku dan aku harus melepaskannya terlebih dahulu.<br />
Pintu kamar lalu terbuka, “Laras, kamu jatuh dari ranjang lagi?” tanya Mama.</p>
<p>Ya, pintu kamarku memang tak pernah ku kunci agar Mama bisa leluasa keluar masuk kamarku untuk membangunkanku yang walau sudah berumur 16 tahun ini masih saja tidak bisa bangun pagi. Dan untuk dua hari ini, ia tak perlu lagi repot-repot membangunkanku karena sudah dua hari ini aku terjatuh dari tempat tidur tiap pagi dan hal itu membuatku bangun dengan sendirinya.<br />
“Terus saja seperti itu. Jadi Mama tidak perlu membangunkanmu lagi tiap pagi” lanjutnya dengan mimik wajah senang.</p>
<p>Aku cemberut, “Anaknya kesakitan kok malah senang sih, Ma. Lama-lama bisa encok nih!”<br />
“Haha, ada-ada saja. Kamu itu masih muda, belum waktunya encok segala. Mendingan kamu cepat-cepat mandi, deh. Terus antar adik mu ke sekolah. Mama mau siapin sarapan buat kalian dulu”<br />
Aku hanya mangut-mangut sambil berjalan santai ke dalam kamar mandi, menyalakan shower dan percikan air pun membasahiku.</p></div>
<div>
Namun, pikiranku kembali tertuju pada mimpiku tadi. Andai saja momen itu bisa terjadi,pasti bakalan indah banget “aku mengucapkan hal itu sambil tersenyum bahagia”.<br />
Adi memang selalu memuji mata hitamku yang ku punya secara alami sejak lahir ini. Dan mungkin tak hanya Adi, tapi semua orang pun akan memuji mata pacarnya sendiri. Tapi, untuk saat ini hal itu tak penting dan tak mungkin terulang kembali karena Adi hanya masa laluku yang indah.</div>
<div>
Aku terus bertanya-tanya apa maksud dari semua ini. Memimpikan kenangan lama bersama orang yg tidak pernah ku temui lagi dan kontek pun tak pernah dua tahun lamanya dalam dua hari berturut-turut tentu bukan hal yg biasa.Aku bahkan tak pernah sedikitpun mengungkit-ungkit tentang Adi akhir-akhir ini. lalu, ada apa?.</div>
<div>
Adi sesungguhnya adalah cinta pertamaku saat aku masih berumur 14 tahun . Dan tepat ketika aku berumur 15 tahun, aku tidak lagi bersamanya karena aku fokus dengan UN dan dia pun begitu ,kita pun sama-sama mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan yang telah berjalan lumayan lama. Kisah kasihku dengannya pun secara otomatis berakhir begitu saja tanpa banyak kata terungkap dari bibirku seiring aku tak pernah menghubunginya lagi.</p>
<p>Terdengar begitu singkat memang, tapi rasanya akan terlalu panjang jika aku harus menjelaskannya secara mendetail. Dan kini momen-momen manis bersama Adi itu merasuk ke dalam mimpi-mimpiku dimalam hari seakan menghantuiku dan tak rela untuk dilupakan.<br />
“Larass..!!” suara Mama menggelegar dari ruang makan bawah.<br />
Aku yang baru saja selesai berpakaian sambil terus memikirkan mimpi-mimpi itu segera menghampirinya dalam waktu kurang dari 1 menit dan tanpa ragu aku pun mencomot omelet mietelur yang tersaji di atas meja makan.</p>
<p>Aura, adikku, yang tampaknya baru selesai sarapan dengan menu sereal kesukaannya menatapku dengan wajah bingung.<br />
“Kaka hari ini nggak Sekolah?”<br />
Aku menggeleng, “Ada pekerjaan, hehehe. Hari ini kakak dapat panggilan untuk menyanyi di 2 acara pangung yang megah. Nah, nanti malam, kakak juga harus nyanyi di kafe. Gimana? Jadwal kakak full banget kayak selebriti ‘kan? Sampe-sampe ga sekolah” dengan enaknya aku membisikan adikku dengan ucapan tapi ‘bercanda’ wakakak”. Adikku ini emang dasar ya inikan hari sabtu sayang kaka engga sekolah lah “sambil menjulurkan lidahku”<br />
Mama tiba-tiba mencubit pipiku, “Jangan mentang-mentang kamu setiap hari sabtu libur terus kamu bisa alesan buat main terus, ya!”<br />
Aku meringis kesakitan sambil senyum-senyum, “Yayaya, aku ngerti. Bawel ah, aku mau manasin motor dulu. Aura, kamu nanti kalau sudah siap langsung ke depan yaa!”<br />
Aura hanya mengangguk pelan dan aku berlari-lari kecil keluar menghampiri motorku yang terparkir di depan rumah.</p>
<p>Tiba-tiba saja handphone-ku berdering saat aku mulai memanaskan motor. Dan, oh, panggilan dari teman SMPku yang namanya apipah.<br />
“Hai, Apipah”<br />
“Laras, kamu bisa datang ke tempat acara ulang tahunku engga nanti sore?”<br />
“Hah? Oh iyayah kamu ulang tahun ya pip aku sampe lupa ,maaf ya”<br />
“Iya ras.Hehe gapapa kok ras ,jam 4 sore ya ras acaranya”<br />
“Oke deh pipah ,terus makasih ya udah di undangnya pake segala di telfon jadi merasa terhormat hahaa ,ohh ya pip udah dulu ya aku mau nganter adik aku ke sekolah ?”<br />
“Oke,Ahh sih laras kebiasaan di telfon masih aja sempet bercanda hahaa” Apipah mengakhiri pembicaraan.</p>
<p>Aura datang menghampiriku, “Itu tadi telpon dari siapa, ka?”<br />
“Kepo nih. Emangnya kenapa kalau kaka dapet telfon pagi-pagi gini ?”<br />
“Yee kaka ,ya engga kenapa-kenapa sih kan aku cuma nanya?”<br />
“Iyadeh iya tadi temen kaka ngundang buat acara ulang tahun dia ”<br />
“Ohh, siapa ka ??”<br />
“Apipah de yang pas SMP kaka yang suka maen kerumah kita”<br />
“Oalah ka apipah toh ,yaudah nanti aku titip salam juga ya buat dia ,salamnya suka-suka kaka deh mau bilang apaaja hehe”<br />
Aku mengacak-acak poni adik perempuanku ini yang baru berumur 12 tahun itu, “Pasti kakak salamin, kok. Tapiiii… Sekarang kamu harus naik ke atas motor dalam hitungan ketiga dan kita akan berangkat! Satuu.. Dua.. Tiga..!!”<br />
Aura pun sudah duduk manis diatas motor.</p>
<p>Lalu aku menyalakan stater dan.. Brrmm! Motorku melaju ke sekolah Aura.<br />
“Kakak nanti jemput aku atau nggak?”</p>
<p>Aku berpikir sejenak, “Kakak nggak bisa pastikan sekarang. Nanti kamu telpon kakak aja”<br />
“Memangnya kakak sibuk, ya?”<br />
“Ya begitulah..”<br />
“Lebih sibuk mana, Main atau Jemput adik sendiri ??”<br />
Aku mengernyitkan dhi, “Pertanyaanmu kok aneh begitu?”<br />
“Yaa emang bener kan ka pertanyaan aku patut dijawab ,kaka kan kadang-kadang suka bohong sama Mama bilangnya kerja kelompok padahal ma main itumah hayoo ngaku!.”<br />
“Yee soh tau kamu ,kaka itu kerja kelompok tapi kalau kerja kelompoknya udah selesai apa salahnya buat maen !!”<br />
Aura menjulurkan lidahnya, “Wah kaka nih engga mau ngaku ya sama adik sendiri ,dari pada nanti aku bilangin ke mama hayo kalau kaka pernah bohong”.</p>
<p>Ngaku apanya sih adikku yang soh tau ,jelas-jelas kaka udah bilang kaka itu kerja kelompok dulu terus nanti kalau kerja kelompoknya udah selesai baru deh kaka .…” aku tiba-tiba menghentikan pembicaraanku.<br />
“Baru deh apa kak??”<br />
Tak terasa kami sudah sampai di depan sekolah Aura, aku menghela nafas lega, “Lupakan deh, mulai sekarang kakak akan coba untuk terus antar jemput kamu kalau dihari libur kaka sekolah, dan sekarang mendingan kamu turun, masuk ke kelas, terus belajar yang rajin. Oke??”<br />
Aura pun segera turun dari motor tanpa banyak omong.<br />
Aku duduk dijok motor dan terbayang untuk sesaat, melanjutkan kata-kataku yang belum selesai, “Baru deh kaka main.. ,dan kata-kata main itupun membayangkan aku dengan Adi yang selalu mengajak main aku pas hari libur .Ya Tuhan, dua tahun sudah berlalu dan aku hampir berhasil melupakannya tapi …” kalimatku terhenti lagi.<br />
Motor itu. Ya, motot beat merah yang berhenti didepanku saat ini persis seperti motor milik Adi. Berwarna merah, dengan plat.. Hei, aku jadi ingin tahu plat motor di depanku ini… B3257TCE?!!<br />
Tidak salah lagi, ini motor ADI!.<br />
Aku segera menyalakan mesin motorku seiring motor beat merah itu mulai berjalan menjauh.<br />
Aku harus mengejarnya, gumamku.<br />
Pikiranku melayang, mengingat salah satu hari terindah dalam hidupku, sementara mataku tetap terfokus mengikuti arah kemana motor beat merah itu pergi…<br />
* * *</p>
<p>Bukannya berhenti, hujan justru menjadi makin deras. sesekali terdengar suara petir menyambar disana-sini, kedipan kilat pun jadi bagaikan lampu disko yg menambah gundah hatiku.<br />
Jam tanganku menunjukkan jam 3 sore. Langit pun makin lama jadi makin gelap tertutup awan hitam yg menakut-nakutiku, seakan mentaru telah lenyap dari alam semesta. Aku belum beranjak dari tempat tidurku untuk siap-siap pergi ke acara ulang tahun teman SMPku. Satu jam yang lalu hujan mulai turun dan hingga kini tak kunjung berhenti. Dan aku pun bingung untuk dateng ke acara ulang tahun temenku atau tidak.</p></div>
<div>
Telepon genggamku entah kemana aku lupa menaruhnya. Andai saja aku tak lupa , aku sudah menggabari temanku untuk memberi kabar ia tidaknya aku dateng ke acara ulang tahunya. Aku terpaksa nekad walaupun hujan untuk dateng ke acara ulang tahun temenku dengan menaiki angkutan umum “fikir ku supaya tidak kehujanan” .Menit demi menit berlalu, Aku pun siap untuk berangkat ke acara ulang tahun. Tampaknya nanti aku turun dari angkot hujannya makin deras deh, pikirku.”menepuk jidatku sambil berkata bego gua engga bawa payung”<br />
Pas turun dari angkot aku pun membayar dengan hujan yang menetesi badanku ,tapi anehnya pas aku bayar tidak ada air yg turun lagi.“Adi? Kamu…” tangan kanan dan kiri Adi membawa jaket untukku dan menutupiku dengan jaket tersebut .Aku terkejut melihatnya dan badannya yg basah kuyup karena kehujanan begitu deras, “Kamu naik motor hujan-hujanan? Apa naik apa?”</p>
<p>Adi mengangguk ,”Ia aku naik motor”<br />
“Tapi kok jaket ini kering?” aku memegang jaket yang tadi dipakaikan padaku saat aku hampir kehujanan.<br />
“Aku taruh jaket itu di bagasi motorku, aku tahu pasti kamu hampir keujanan, makanya aku bawa jaket itu, walau sebenarnya aku juga perlu. Tapi kalo buat kamu, apa sih yg nggak? Hehehe”</p>
<p>Aku tercengang memandangi Adi. Di saat seperti ini saja ia masih bisa tertawa untukku, “Darimana kamu tahu aku disini? Bukannya kamu jam segini biasanya ada tanding futsal ataupun latihan futsal?”<br />
“Iya, aku tadi ada latihan futsal sih sebentar tapi sekarang udah selesai kok. Tadi di warung aku istirahat sebentar dan telpon kamu. Tapi kok nggak diangkat?”<br />
“Handphoneku aku lupa menaruhnya dimana hehe..”<br />
“Ohh, pantas. Tadi, aku bingung kenapa kamu nggak angkat, jadi aku langsung ke rumah kamu, soalnya aku juga mau nganterin sesuatu ke kamu nih. Sampai disana, Mama kamu bilang kamu belum pulang. Aku tungguin deh disana, tapi makin lama hujan makin deras, kamu nggak pulang-pulang juga. Aku jadi khawatir, aku cari kamu ke semua rumah temen-temen kamu, tapi nggak ada. Sampai akhirnya aku nemuin kamu disini. Aku lega banget Ras, aku takut kamu kenapa-kenapa” ia mendekapku, aku bisa merasakan rasa kekhawatirannya dari tatapan dan cara ia bicara. Namun aku masih terus memikirkan bagaimana ia melakukan semua yg dilakukannya itu degan berhujan-hujanan.<br />
“Kamu selama setengah jam penuh nyariin aku, Di??”<br />
“Iya. Lihat deh, aku gemetaran begini. Dingin banget.. Kita langsung pulang aja deh, ya”</p>
<p>Adi tersenyum sambil terus menggigil kedinginan. Ia pun naik ke motor.<br />
“Eh, ngomong-ngomong sesuatu buat akunya mana??” tanyaku.<br />
Raut wajah Adi langsung berubah menjadi serius, ia nampak kebingungan dan terus berpikir keras, hingga ia menepuk dahinya, “Astagfirullah alazim! Ketinggalan di rumah temenmu itu, si Imas! Aduh, ya udah sekarang aku antar kamu pulang dulu, ya, terus aku ambil sesuatu itu”<br />
Aku geleng-geleng kepala, menahan tawa. Bagaimanapun, ia selalu bisa membuat keadaan serumit apapun menjadi begitu menyenangkan..<br />
* * *</p>
<p>Tanpa ku sadari air mataku mengalir begitu deras, mengenang kenangan itu. Aku menyadari betapa bodohnya aku mengambil keputusan yang seenak jidat, tanpa sepatah kata pun yang terucap. Aku juga sadar, saat itu cinta yg ia miliki benar-benar tulus untukku. Karna pas aku mengambil keputusan itu ,sebenarnya Adi tidak mau pikir ia engga harus kaya gini kan kita bisa fokus aja engga usah sampe mengakhiri ,tapi aku malah tegas untuk bilang Sudahlah ini pilihanku aku maunya begini.<br />
Aku mengusap air mataku sambil terus memandangi motor beat merah yang aku harap itu Adi dan.. Hei, motor itu berhenti di tempat tujuanku. Ya, di depan Alfamart itu, jantungku berdegup kencang namun.. Mama! Argh, ia muncul dan menghadang motorku. Mau tak mau, aku pun harus turun dari motor dan menghampirinya.<br />
“Halo, Ma!” sapaku.<br />
“Hei, kamu tadi kelihatannya tidak berniat berhenti disini. Bukannya Mama tadi mintah aku untuk nemuin Mama, ya?”<br />
Mama lalu memerhatikanku dari ujung kaki sampai kepala dengan penuh curiga, “Motor beat merah yg barusan pergi itu??”</p>
<p>Aku tak mersepon, hatiku benar-benar ingin mengejar motor itu, namun tak mungkin.<br />
“Motor seperti itu tak hanya satu di dunia ini, Laras” lanjut Mama. Ia tahu pasti betapa aku merindukan Adi, karena ia pun tahu, sejak aku tidak sama Adi.<br />
“Tapi, Ma..”<br />
“Sudahlah. Mama mau kamu relakan Adi, lupakan dia. Ayo, sekarang kamu ikut Mama”<br />
Aku pun dengan kepala tertunduk mengikuti Mama ke dalam Alfamart untuk membeli makanan ringan dan keperluan lainnya.<br />
“Mama ingin kamu bisa masak seperti mama supaya nanti bisa mama kasih tau ke Temen-teman mama”</p>
<p>Aku mengernyitkan dahi, “Secepat ini?”<br />
“Kamu sudah sangat mengerti dan menyukai masak me masak‘kan? Mama yakin kamu bisa. Dan untuk beberapa hari ini, Mama akan mengajarkan kamu bagaimana caranya menjadi Juru masak yang hebat. Dan dengan satu syarat, kamu nggak boleh kasih tahu Papa”<br />
Aku hanya bisa mengangguk, sejujurnya aku memang suka memasak, lagi pula aku tak punya alasan untuk menolaknya.<br />
“Ayo nanti ,kita mampir ke rumah temen mama ,mama mau kenalkan kamu ke dia”</p>
<p>Aku menggaruk-garuk kepalaku yg sebenarnya sama sekali tak gatal, kebingungan, Ada sedikit perasaan nervous didalam dada. Mama pun menyuruh ku berhenti di depan rumah yang bercat oren tersebut.<br />
“Asalammualaikum”<br />
“Walaikumsalam” sahut teman mama.<br />
“Hay Sant ini aku bawa anakku yang pertama ,ia mau belajar masak biar masakannya enak nih kaya kita” mama tersenyum sambil mengedip-ngedipkan mata</p>
<p>Mama lalu mempersilakan aku untuk mengenalkan diri, ah, ini hal yang paling tidak aku sukai.<br />
“Hai tante Santi, nama saya Laras” sambil menjulurkan tanganku dihadapannya . Calon ajaran juru masak tante sama mama wakakak.<br />
“Oke, sayang tante juga udah kok ,haha kamu bisa aja laras-laras”<br />
“Ohh ya, larasku sudah punya pacar belum??”, mendengar perkataan itu, sontak saja aku dan mama senyum-senyum tidak jelas. Aku pun hanya tersenyum tersipu, namun bukan karena pertanyaan itu, melainkan karena ia telah memanggilku ‘Larasku’ yang membuatku merasa lucu .<br />
“Okelah , kalau gitu mending kita mulai masak sekarang”<br />
Aku ,Mama ,Tante Santi pun menuju dapur, sementara aku terus memikirkan bagaimana caranya, bagaimana caranya untuk menemukan Adi..<br />
* * *</p>
<p>Aku memekirkan acara ulang tahunku yang dikit lagi akan tiba pada tanggal 7Juni ,dan berfikir apakah Adi akan datang?. Dan hp ku berdering, dilayar hp ku menunjuk bahwa ada telfon dari Adi.dan aku mengangkatnya .Dan anehnya langsung terputus tanpa sabab<br />
Dan aku memandangi layar handphone, berkali-kali sudah aku mengirimkan pesan singkat, berkali-kali pula aku mencoba untuk menelpon balik ke Adi, namun tak ada respon atau jawaban.<br />
Hatiku rasanya ingin menjerit. Perasaan marah, bingung, sedih, cemas dan kecewa bercampur aduk membuat resah.<br />
* * *</p>
<p>Mataku terbuka secara tiba-tiba. Kali ini, aku bangun dengan sendirinya tanpa perlu jatuh dari ranjang. Namun, lagi-lagi aku memimpikan salah satu momen terbaik yg menjadi kenangan terbaik pula.<br />
“Adi..” bisikku, seakan berharap ia yang tak ku ketahui keberadaannya dapat mendengar isak tangisku yang mulai pecah.<br />
“Laras.. Mama..”<br />
Aku yg terkejut akan kedatangan Mama yg tiba-tiba masuk ke dalam kamarku segera mengusap air mataku..<br />
* * *</p>
<p>Hujan tengah menerpa malam ini tanpa ampun, angin membawa tiap-tiap tetesan air hujan masuk ke teras rumahku dimana aku berdiri. Aku memandangi langit malam yg tanpa bintang, melainkan kilat dan suara petir menyambar dimana-mana. Sweater tebal berwarna merahmarun yg aku kenakan ini bahkan tak benar-benar membuatku terlindung dari dinginnya udara yg menusuk pori-pori.<br />
Telepon genggamku berdering dan.. Adi menelponku.<br />
“Itu pasti Adi. Lebih baik kamu angkat” tebak Mama yg masih ada dibelakang ku.</p>
<p>Walau ragu, akupun akhirnya mengangkatnya juga, namun beranjak menjauh terlebih dahulu dari Mama, aku tak mau Mama tahu.<br />
“Hai Di” sapaku.<br />
“Laras, kamu dimana sekarang?”<br />
“Dihatimu sayang, hahaha. Aku ada di rumah. Kenapa?”<br />
“Ohh, syukurlah.. Jangan kemana-mana yaa, malam ini hujannya deras sekali, anginnya juga kencang..”<br />
“Iyaa, Di”</p>
<p>Adi terdiam sejenak, “Hmm.. Laras?”<br />
“Iya??”<br />
“Hmm.. Kamu tau rasanya kehilangan ‘kan?”<br />
“Yaa, aku tahu”<br />
“Aku nggak mau ngerasain hal itu lagi. Apalagi kehilangan kamu. Pasti rasanya sakit. Kamu ingat saat janji kita 2tahun yang lalu? ”<br />
“Iyaa, aku ingat” ucapku dgn perasaan bersalah,”</p>
<p>Pas itu aku dan Adi duduk di bawah pohon rindang di tepi jalan, sambil berbicara tentang kisah-kisah cinta abadi yg melegenda di dunia seperti Romeo &amp; Juliet, si cantik dan si buruk rupa, Cinderella dan pangerannya, bahkan kisah cinta di kapal Titanic yang sangat tersohor itu. Aku terus mendengarkannya dengan seksama, dan aku menanyakan apakah kisah aku dan ia akan seperti kisah-kisah cinta abadi seperti yang tadi ia ceritakan. Dan dengan segala keyakinannya, ia menjawab ‘Tentu, because FIRST LOVE NEVER DIES, ya ‘kan? Kamu janji akan jadikan aku cinta pertama dan terakhir??’, aku mengangguk dan kami berdua pun akhirnya mengukir nama kami berdua di pohon dan menuliskan kalimat ‘FIRST LOVE NEVER DIES’ dibawah nama kamu berdua..<br />
“Laras?? Kamu disana??” aku terpecah dari lamunanku saat mendengar suara Adi.<br />
“Ehh.. Iya, iya. Kenapa?”<br />
“Aku bilang, jangan pernah ingkari janji itu..”<br />
“Iyaa, aku janji..”<br />
Irwan terdiam lagi, ia terdengar menghela nafas panjang, “Dan andai suatu saat nanti.. Kamu pergi ninggalin aku.. Kamu harus ingat satu hal, kalau aku.. sayang sama kamu.. selamanya. Dan apapun akan aku lakukan untuk terus jagain kamu, walau suatu saat nanti aku mungkin akan kehilangan jejak, dan aku mungkin nggak tahu lagi kamu ada dimana, aku akan terus cari kamu. Walau yg tersisa cuma batu nisan kamu..”<br />
Air mataku jatuh mendengarnya, dan KLIK! aku segera mematikan handphone-ku, mengeluarkan SIM Card yg ada didalmnya dan melemparnya jauh-jauh. Aku tak peduli walau harus mengingkari janjiku padanaya. Maaf jika aku ingkari janji, FIRST LOVE NEVER DIES..<br />
* * *</p>
<p>“Nggaaaaaakkkkk…!!!!! Aku nggak ingkar!!”<br />
“Laras, sadar, Laras…!!”</p>
<p>Perlahan-lahan kelopak mataku terbuka, aku berusaha menenangkan diri, menyadari apa yg barusan ku lihat dalam mimpi, sebuah momen saat aku pergi meninggalkan Adi.. Mataku silau oleh cahaya lampu, entah berapa lama aku terjebak dalam kegelapan kamarku, dan.. Dimana aku sekarang?? Dan suara yg tadi, aku yakin suara itu tak asing lagi bagiku, aku menyadari bahwa ada seseorang duduk ditepi tempat tidur dimana aku berbaring sekarang…<br />
“Kamu sudah sadar, Ras??”<br />
Suaranya menyadarkan ku dan ternyata dia adalah Adi yang datang ke rumah untuk menjengukku ,dan tetahunya semua yang tadi itu hanya mimpiku yang indah dan lumayan aneh dan itu tidak terbayangkan sekali aku bisa bermimpi seperti itu&#8230;&#8230; “senyumku lepas dengan bahagia”</p>
<p>~~THE END~~</p></div>
<div><b> </b></div>
<div><b>PROFIL PENULIS</b></div>
<div>Nama lengkap : Kurnia Laras Asih<br />
Nama panggilan : Laras<br />
Tempat,tanggal lahir : Jakarta,7Juni 1997<br />
Umur : 16 tahun<br />
Kelas 1SMA<br />
Sekolah : SMAN 102 Cakung, Jakarta Timur<br />
Cita-cita : Jadi artis dan dokter anak<br />
Facebook : www.facebook.com/Kurnia Laras<br />
E-mail : klarasmu@yahoo.co.id<br />
Twitter : Kurnia_laras<br />
Pin bb : 23B156B7</div>
<div>
DMCA Protection on: <a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/07/first-love-never-dies-cerpen-cinta.html#ixzz2Y37kwFxB">http://www.lokerseni.web.id/2013/07/first-love-never-dies-cerpen-cinta.html#ixzz2Y37kwFxB</a></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://perpustakaansidodadi.com/203/first-love-never-dies/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LOOK AT ME</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/199/look-at-me/</link>
					<comments>https://perpustakaansidodadi.com/199/look-at-me/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2013 04:50:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://perpustakaansidodadi.com/?p=199</guid>

					<description><![CDATA[Karya Rizka Nurin H Sahabat ?? Everything kali ya&#8230;. Tapi kalau sahabat kita lawan jenis?? Bukan nggak mungkin terjebak dalam lingkaran “Sahabat Jadi Cinta”. Yaah, mungkin itu yang aku alamin sekarang. Nggak tau siiih, kenyataannya gimana. Tapi, aku bener-bener nyaman waktu deket dia. But, ini bedaaa, rasa nyaman itu, seakan &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
Karya Rizka Nurin H</div>
<div></div>
<div></div>
<div>Sahabat ?? Everything kali ya&#8230;. Tapi kalau sahabat kita lawan jenis?? Bukan nggak mungkin terjebak dalam lingkaran “Sahabat Jadi Cinta”. Yaah, mungkin itu yang aku alamin sekarang. Nggak tau siiih, kenyataannya gimana. Tapi, aku bener-bener nyaman waktu deket dia. But, ini bedaaa, rasa nyaman itu, seakan aku nggak mau nglepasin dia. Nggak suka dia deket sama cewek lain, meskipun kadang aku emang terlalu bodoh, malah nyomblangin dia sama cewek yang dia sukai. Mungkin, aku harus megang prinsip cinta tak harus memiliki. Kalau dia bahagia, aku juga bahagia kok.</p>
<p>Pagi ini, mentari bersinar cerah. Tapi nggak dengan aku, pagi ini aku kesiangan. Gara-gara liat film sampai larut malem, abiiiis filmnya so sweet bangeeet. Mataku sampek sembab ngliatnya.<br />
“Sasa, udah selesai belum mandinya, udah ditungguin Adit tuh,” teriak mama.<br />
“Iya maaaah, bentar, Adit suruh masuk aja maaah,” sahutku.</p></div>
<div></div>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://4.bp.blogspot.com/-sTLl3J-Kwbw/UdSrpnnrEzI/AAAAAAAAHJI/eTha91Xqjz4/s900/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/-sTLl3J-Kwbw/UdSrpnnrEzI/AAAAAAAAHJI/eTha91Xqjz4/s400/Cerpen+Cinta+Remaja.jpg" width="400" height="320" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td>Look At Me</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div>Selang beberapa menit, Adit langsung masuk ke kamarku…<br />
“Cepetan nooon, udah siang niiih !!! Gue belai-belain bawa motor biar kita nggak telat tuh. Loe tuh ya, kalau mau liat film sampek malem, seharusnya loe setel tuh alarm. Apa perlu gue beliin lagi !! “ celoteh Adit sambil duduk di tempat tidurku.<br />
“Haaah, bawel !! Itung aja tuh alarm yang udah loe beliin buat gue !! Sekalian aja tuh loe beliin ayam jago, trus loe taruh deh di kamar gue !! “ jawabku sambil memakai kaos kaki.<br />
“Oh iya, bagus juga ide loe, besok gue beliin deh,” sahut Adit sambil cengar-cengir.<br />
“Hehe, lucu yah ??” jawabku sambil nyengir.<br />
“Nggak!! Udah deh cepetan, gue nggak mau telat gara-gara nungguin loe !!”<br />
“Iya-iya, gue ambil sepeda dulu deh,”<br />
“Nona Sasa, ngapain loe ngambil sepeda?? Gue kan udah bilang kalau gue bawa motor. Kalo loe mau berangkat sendiri, yaudah nggakpapa juga siiih,” Adit langsung mengambil tas dan keluar dari kamarku.<br />
“Adit !! Gue lupa kalo loe bawa motor, gue nebeng loe yah?? “ pintaku.<br />
“Sasa sayang !! Sahabatku tercinta !! Gue tuh bawa motor juga buat nebengin loe !! Karena gue tau hari ini loe pasti kesiangan. Lagian kalo gue nggak mau nebengin loe, ngapain gue tadi lama-lama kesini. Loe tuh emang telmi yah?? Yaudah ayo cepetan !! “ celoteh Adit.<br />
“Iya bawel !!!”</p>
<p>Akhirnya sampek sekolah juga. Opss, ini mah gawat badai, kok gerbangnya udah dikunci. Mana udah sepi lagi. Wah, alamat niiih.<br />
“Adit, kok udah sepi sih ?? Mana gerbangnya udah dikunci lagi,”<br />
“Loe sih pakek acara bangun kesiangan, mana loe dandannya 5 tahun sendiri,”<br />
“Oh my god, hari ini kan pelajarannya Pak Kentang, mampus gue,”<br />
“Daripada loe enak-enakan duduk di motor gue, mendingan loe turun, trus bujukin tuh Pak Agus biar mau buka gerbang buat kita. Loe kan pinter ngrayu,”<br />
“Aaaah, loe tuh, kalo pekerjaan sulit aja dilimpahin ke gue. Yaudah bentar, loe tunggu disini,” aku langsung menghampiri satpam sekolah, dan berharap kebaikan hatinya, untuk membukakan gerbang buat kedua anak yang malang ini. Lebaaaaay.<br />
“Paaaak, tolong bukain gerbangnya doooong. Please,” pintaku.<br />
“Wah, udah nggak bisa, kamu udah telat 15 menit,” tolak Pak Satpam.<br />
“Please pak, ini menyangkut hidup dan mati saya. Please ya pak ya?? “<br />
“Sekali nggak bisa ya nggak bisa !! Makanya besok-besok bangun pagi-pagi !!”<br />
“Tolong pak, bapak kan pasti juga pernah muda kan ?? Tolong pak, buka’in gerbangnya,”<br />
“Oke, tapi ada syaratnya,”<br />
“Apa pak?”<br />
“Kamu harus lari muterin lapangan 15 kali,”<br />
“Haaah?? Gila apa?? Diskon aja ya pak ya ??”<br />
“Mau masuk apa nggak?? “<br />
“Eh iya-iya yaudah deh,”</p>
<p>Aku langsung menghampiri Adit dengan muka cemberut.<br />
“Gimana Sa?? Nggak boleh masuk ya??” tanya Adit, karena melihat mukaku yang cemberut.<br />
“Boleh sih, tapi kita harus lari muterin lapangan 15 kali,”<br />
“Itu mah gampang, ayo naik, trus kita masuk,”<br />
“Gampang kepala loe peyang !! Capek tau !!”<br />
“Ah, manja !! Yang penting kan boleh masuk,” kata Adit sambil memarkir motornya di tempat parkir.</p>
<p>Gilaaa, panas banget, mana lapangannya gede banget. Aaaah, nggak kuaaat&#8230;.<br />
“Sa, loe tuh sama keong larinya cepet keong tau nggak !!”<br />
“Capek tau !!”<br />
“Iya, ta&#8230;.” Adit tidak meneruskan kata-katanya, tapi dia langsung berhenti dari larinya dan memandang ke luar lapangan.<br />
“Dit, loe kenapa?” tanyaku sambil menghampiri Adit.<br />
“Sa, kita di surga yah?”</p>
<p>Gue tambah bingung, nih orang sarap kali ya. Dia pikir kita lagi di surga?? Di surga mah adem, nggak panas kayak gini.<br />
“Haa?? Loe kenapa sih Dit?”<br />
“Ada bidadari Sa,”<br />
“Gue tambah nggak ngerti sama yang loe omongin, loe ngigau ya??” tanyaku sambil menghentak-hentakkan tubuh Adit.<br />
“Nggak Sa, sini deh,” Adit langsung menyeret tanganku dan menunjuk ke salah seorang cewek yang sedang berjalan bersama teman-temannya di koridor.<br />
“Cantik ya Dit?” tanyaku dengan muka agak cemberut.<br />
“Banget Sa, kayaknya gue cinta pada pandangan pertama deh sama dia, bantuin gue ya? Please,” rengek Adit sambil menarik-narik tanganku.<br />
“Iya-iya deh,” Oppss, tapi kenapa ya hati aku sakit banget denger Adit ngomong gitu. Apa mungkin?? Ah, nggak, aku sama Adit kan udah sahabatan dari jaman bayi, sampek sekarang kelas 2 SMA. Nggak mungkin lah gue ada rasa sama dia.<br />
“Ah, ayo terusin larinya, gue udah haus niiih,” Adit membuyarkan lamunanku.<br />
“Gue juga haus, panas banget,” udah badan panas, hati juga ikut-ikutan panas.</p>
<p>Aku sama Adit ketemuan di kantin. Ngomongin cewek yang disukain Adit tadi. Tapi kenapa ya gua nggak rela banget nyritainnya.<br />
“Gimana Sa?? Loe udah dapet infonya?” tanya Adit sambil menyeruput es tehnya.<br />
“Gue tadi udah tanya sama Tia, katanya sih dia namanya Reva, anak kelas 11 IPA 2. Rumahnya di kompleks perumahan kita juga. Tapi beda blok, kalo nggak salah dia di blok P,”<br />
“Serius loe sa ?? Deket dong sama rumah kita. Cuma tinggal jalan 3 blok udah sampek, tapi gue kok nggak pernah liat dia ya?”<br />
“Ya iyalah, orang dia itu pindahan dari Bali,”<br />
“Makanya&#8230;, Eh Sa, nanti sore sepeda keliling kompleks yuk?”<br />
“Loe kena setan apa? Tiba-tiba ngajakin gue sepeda keliling kompleks? “<br />
“Ya, sebenarnya sih gue pengen tau rumah dia, mau ya? Please, loe kan sahabat gue tersayang,”<br />
“Loe tuh !! Kalo pas butuh aja ngrayu-ngrayu. Oke deh, tapi loe harus jemput gue,”<br />
“Oke nooon,”</p>
<p>Aku dan Adit ada di taman, Adit duduk di sampingku. Tiba-tiba dia memegang tanganku. Deg, oh god, jantungku rasanya udah berhenti.<br />
“Sa, loe mau nggak jadi cewek gue?” Adit langsung bersimpuh di hadapanku.<br />
“Loe&#8230;loe&#8230;serius kan?”<br />
“Gue serius Sa, loe mau kan?”<br />
“Emh, kayaknya nggak ada alasan buat gue nolak loe,” Aditpun langsung memelukku. God, aku berharap ini bukan mimpi.<br />
“Nooon !!! Loe tuh ya, kerjaannya molor terus. Kita kan udah janjian buat sepeda keliling kompleks sore ini,” Adit mengguncang-guncangkan badanku.<br />
Loh, kok gue ada di kamar, Adit? Kok dia beda banget sama tadi, loh tamannya pergi kemana?<br />
“Dit, loe ngapain disini?”<br />
“Loe gimana sih? Kita kan udah janjian buat sepeda keliling kompleks. Eh, loe malah enak-enakan molor,”</p>
<p>Oh god, jadi itu semua cuma mimpi. Kenapa sih nggak mimpi aja terus?? Loh kok, perasaan apa ini. Jangan-jangan emang bener aku suka sama Adit. Ah, nggak mungkin&#8230;<br />
“Sasa sayang !! Kok loe malah bengong sih !! Cepet ganti baju sana !! Udah sore nih !!” sentak Adit membuyarkan lamunanku.<br />
“Iya bawel !! Mending loe ke bawah, nyiapin sepeda gue. Jadi nanti gue turun, kita bisa langsung cabut,”<br />
“Iya-iya nooon,” Adit langsung berlari kebawah.</p>
<p>Kok perasaanku nggak enak gini ya. Gue nggak rela banget kalau Adit sama Reva. Aaaah&#8230;, nggak deh, nggak mungkin gue suka sama Adit.<br />
“Sa, loe kenapa sih, nggak bersemangat banget?? Loe lagi sakit??”<br />
“Eh, enggak kok Dit, gue cuma &#8230; “ belum selesai aku ngomong tiba-tiba Adit berteriak mengagetkanku.<br />
“Sasa !! Itu kan Reva, bener kan itu Reva !! Waaah, cantik banget ,” Adit tidak melihat jalan, tapi melihat Reva, Adit tidak melihat kalau di depannya sedang ada perbaikan jalan. Akhirnya insidenpun tak terhindarkan. Bruuuuk, sepeda Adit terperosok di lubang tepat didepan rumah Reva. Aku langsung berlari menolongnya, begitupun dengan Reva.<br />
“Makanya, kalo lagi jalan tuh ya, matanya jangan stereo,”<br />
“Loe tuh, temennya kena musibah nggak dibantuin,”<br />
“Halo, kamu nggakpapa kan?” Reva menghampiri Adit.<br />
“Eh, nggak&#8230;nggakpapa kok,”<br />
“Kayaknya kaki kamu ada yang luka, mending kamu mampir dulu ke rumahku, biar aku obatin,”</p>
<p>Adit memasang wajah memelas kepadaku, akhirnya akupun mengerti maksud Adit. Aku mengiyakan, dan membantu Adit ke rumah Reva.<br />
“Rev, makasih ya, udah mau ngobatin aku?” haa?? Adit pakek bahasa aku kamu?? Aku aja yang udah dari lahir temenan sama dia, nggak pernah dipanggil aku-kamu. Eh, ini baru kenal, panggilnya aku-kamu.<br />
“Iya, nggakpapa kok, ngomong-ngomong kamu juga sekolah di SMA BONAVIT ya?”tanya Reva.<br />
“Iya, kelas 11 IPS 1, ”<br />
“Sekelas sama Sasa?”<br />
“Nggak, Sasa mah di 11 IPA 1,”<br />
“Oh gitu ya&#8230;, rumah kamu juga daerah sini?”<br />
“Iya, gue sama Adit tetanggaan, bosen gue dari kecil liatnya dia teruuuuuus,” sahutku.<br />
“Huh !! Tapi kalo gue tinggal, loe kangen kan?” sahut Adit.<br />
“Nggak, siapa bilang &#8230;,”<br />
“Oh, jadi kalian tetangga? Boleh dong kapan-kapan kalau aku butuh buku atau apa gitu, maen ke rumah kalian,”<br />
“Waaah, boleh banget, lagian kan kita satu sekolah juga,”<br />
“Waaah, makasih ya&#8230;” jawab Reva.<br />
“Justru aku yang harusnya makasih sama kamu. Soalnya kamu udah nolongin aku,”<br />
“Iya, sama-sama,” jawab Reva.</p>
<p>Sejak saat itu, mereka berdua menjadi dekat. Sering main bareng, sejak saat itu pula, Adit jarang main sama aku lagi. Dia juga jarang ke rumahku. Karena dia lebih sibuk sama Reva. Sekarang aku hobby nulis di diary, karena aku udah nggak tau lagi mau curhat sama siapa. Karena biasanya Adit yang selalu denger curhatku, tapi yaaah&#8230;, dia sekarang punya kehidupan sendiri, yang mungkin lebih menarik. Sampai akhirnya akupun sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit, Adit hanya sekali-kali menengokku, padahal dulu, kalau aku sakit, Adit selalu nemenin, sekarang udah berubah. Adit yang aku kenal bukan Adit yang dulu, bukan Adit yang selalu ngehapus air mataku, bukan Adit yang selalu nyiapin bahunya buat aku jadiin sandaran. Yaaah&#8230;, semua berubah, sejak saat itu&#8230;.<br />
“Sa, loe belum sembuh ya?” tanya Adit waktu menjengukku.<br />
“Yaaah, kayak yang loe liat, yaudah deh, gue mau mandi dulu,”<br />
“Oke, gue tungguin disini ya?”<br />
“Oke, tapi jangan ngintip lho !! “<br />
“Idiiih, siapa juga yang mau ngintip loe. Pintunya loe buka aja, gue juga nggak bakal ngliat loe,”<br />
“Bagus deh. Oh iya dit, gue minta tolong doong. Tolong ambilin baju gue ya?? Loe kan tau dimana gue nyimpen semua baju gue. Mama sama papa lagi di acara pernikahan temennya. Kak Reza juga lagi kuliah. Tolong ambilin ya?”<br />
“Oke nooon, loe tunggu disini ya?”<br />
“Iya bawel, jangan lama-lama ya??”<br />
“Oke,” Adit langsung keluar dari kamar dan menuju rumahku.</p>
<p>Sambil nunggu Adit balik lagi, iseng-iseng aku lihat Facebook. Aku lihat profil Adit. Kok masih lajang ? Trus di dindingnya nggak ada kiriman sama sekali dari Reva. Emang, selama aku sakit, mereka belum jadian? Trus kalau belum jadian, kok mereka sering keluar bareng. Saat aku melamun, tiba-tiba Adit membuka pintu. Matanya merah, mungkin kena angin kali ya&#8230;<br />
“Udah sampek Dit? Mana baju gue ?” aku mengulurkan tangan untuk meminta bajuku.<br />
“Nih,”<br />
“Dit, loe belum jadian ya sama Reva ?”<br />
“Nggak tau deh Sa, perasaan gue berubah,”<br />
“Loh, kenapa?” tanyaku penasaran.<br />
“Karena ini,” Adit mengeluarkan buku kecil berwarna biru muda dari jaketnya.<br />
“Itu&#8230;.,” aku kaget karena buku itu buku milikku. Tepatnya lagi buku diaryku.<br />
“Iya, ini ngebuat gue sadar, kalo ada cewek yang mencintai gue dengan tulus. Tapi gue bodoh, gue nggak pernah ngeliat dia. Gue malah nyakitin dia,”<br />
“Adit&#8230;,” air mata menetes dipipiku.<br />
“Sa, kenapa loe nggak bilang dari dulu ? Kenapa loe nggak ngaku ? “<br />
“Karena gua takut Dit, gue takut loe bakal ngejauhin gue kalo loe tau sebenernya. Gue mau tetep sama loe, meskipun gue cuma jadi temen loe,”<br />
“Sasa, satu hal yang perlu kamu tau. First love gue itu loe. Tapi loe nggak pernah ngasih sinyal balik ke gue, jadi gue pikir loe nggak ada perasaan apa-apa ke gue,”<br />
“Loe serius kan Dit?”<br />
“Gue serius Sa, gue selalu berharap loe bisa jadi cewek gue,”<br />
“Reva?”<br />
“Reva udah punya cowok, selama ini dia PHP ke gue,”<br />
“Tapi gue nggak mau jadian,”<br />
“Gue sadar, gue udah nyakitin loe. Gue terima keputusan loe,”<br />
“Adiiit !! Loe tuh dari dulu nggak pernah berubah ya !! Kurang peka !! Gue nggak mau jadian soalnya, kalo kita nanti putus, kita bakal canggung, nggak kayak dulu lagi, gue takut itu. Gue pengen jalanin apa adanya. Tapi kita harus inget, loe milik gue dan gue milik loe,”<br />
“Hubungan Tanpa Status nih ceritanya?”<br />
“Yah, daripada Status Tanpa Hubungan?”<br />
“Iya deh, tapi kita harus inget kalo kita milik satu sama lain,”<br />
“Idih, gue milik mama papa kali,” sahut Sasa.<br />
“Sasa !!!” Adit langsung memeluk Sasa.
</p></div>
<div>Yaaah, saat itu dunia rasanya indah bangeeet. Aku nggak mau jadian sama Adit, karena suatu saat kalau kita putus, kita bakal jaga jarak. Dan aku nggak mau itu terjadi. So, kita jalanin aja apa yang ada. Tapi kita ingat satu hal, kalau kita saling memiliki&#8230;.</div>
<div></div>
<div><b>PROFIL PENULIS</b></div>
<div>Rizka Nurin H ~ SMKN 1 Blitar (XI TP3TV) ~ Simple ~ Directioner ~ www.facebook/rizkarnh</div>
<div></div>
<p>DMCA Protection on: <a href="http://www.lokerseni.web.id/2013/07/look-at-me-cerpen-cinta.html#ixzz2Y36oLwi2">http://www.lokerseni.web.id/2013/07/look-at-me-cerpen-cinta.html#ixzz2Y36oLwi2</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://perpustakaansidodadi.com/199/look-at-me/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
