<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>info perpustakaan &#8211; Perpustakaan Sidodadi (TBM)</title>
	<atom:link href="https://perpustakaansidodadi.com/category/info-perpustakaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://perpustakaansidodadi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Mar 2018 01:57:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2021/02/ico-perpustakaan-sidodadi-hargomulyo-pripih.jpg</url>
	<title>info perpustakaan &#8211; Perpustakaan Sidodadi (TBM)</title>
	<link>https://perpustakaansidodadi.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bagaimana Mengelola Perpustakaan Desa ?</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/5109/bagaimana-mengelola-perpustakaan-desa/</link>
					<comments>https://perpustakaansidodadi.com/5109/bagaimana-mengelola-perpustakaan-desa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2018 01:57:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[info perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://perpustakaansidodadi.com/?p=5109</guid>

					<description><![CDATA[Hadirnya sebuah perpustakaan di desa diharapkan mampu meningkatkan minat dan kemampuan baca masyarakat desa. Selain itu, perpustakaan desa didirikan sebagai sarana umum yang digunakan untuk menyelenggarakan aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan pembangunan desa. Dalam hal ini, keberadaaan perpustakaan desa menjadi sangat penting peranannya dalam menopang keberlangsungan sistem pendidikan yang ada &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-14-at-08.55.22.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-5110 aligncenter" src="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-14-at-08.55.22.jpeg" alt="" width="498" height="703" srcset="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-14-at-08.55.22.jpeg 717w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-14-at-08.55.22-213x300.jpeg 213w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-14-at-08.55.22-700x988.jpeg 700w" sizes="(max-width: 498px) 100vw, 498px" /></a>Hadirnya sebuah perpustakaan di desa diharapkan mampu meningkatkan minat dan kemampuan baca masyarakat desa. Selain itu, perpustakaan desa didirikan sebagai sarana umum yang digunakan untuk menyelenggarakan aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan pembangunan desa. Dalam hal ini, keberadaaan perpustakaan desa menjadi sangat penting peranannya dalam menopang keberlangsungan sistem pendidikan yang ada (UU No 43 tahun 2007).</p>
<p>Namun, dalam pelaksanaannya, peranan perpustakaan desa masih belum optimal. Kendala utama yang mungkin dihadapi oleh pengelola perpustakaan desa adalah belum adanya pedoman khusus yang dapat digunakan sebagai acuan pengelolaan perpustakaan desa. Oleh karena itu, buku <strong>Menuju Sukses Tata Kelola Perpustakaan Desa </strong>hadir sebagai pedoman pengelolaan perpustakaan desa. Buku yang terbit pada awal Maret 2018 ini ditulis oleh R. Tri Haryono, S.H, M.M. Beliau merupakan lulusan Magister Manajemen di Universitas Janabadra Yogyakarta. Beliau juga pernah menempuh studi sarjana S-1 di Jurusan Hukum Perdata Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.</p>
<p>Buku <strong>Menuju Sukses Tata Kelola Perpustakaan Desa </strong>ditulis berdasarkan pengalaman dan pengetahuan penulis dalam mengelola perpustakaan desa, terutama ilmu manajemen yang diperoleh penulis selama studi S-2 di bidang Manajemen. Selain itu, buku ini juga ditulis berdasarkan sumber bahan pustaka yang relevan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang berhubungan dengan pengelolaan perpustakaan desa.</p>
<p>Meskipun buku <strong>Menuju Sukses Tata Kelola Perpustakaan Desa </strong>hanya berisikan 180 halaman dengan dimensi buku 14,5 x 20,5 cm, konten buku ini dapat dikatakan sangat lengkap. Konten utama yang dapat ditemukan di dalam buku ini di antaranya adalah tata kelola perpustakaan desa, koleksi perpustakaan desa, promosi perpustakaan desa, wisata edukatif perpustakaan desa, dan pembinaan perpustakaan desa. Buku ini diharapkan mampu membantu para pengelola perpustakaan desa dalam meningkatkan peranan perpustakaan desa menjadi lebih optimal.</p>
<p>Sebagai pengelola perpustakaan desa, Anda dapat mendapatkan buku <strong>Menuju Sukses Tata Kelola Perpustakaan Desa</strong> di toko buku terdekat. Dengan memiliki buku ini, Anda akan mendapatkan gambaran mengenai perpustakaan desa yang ideal berikut dengan strategi mempromosikan perpustakaan desa agar memiliki banyak pengunjung. Jadi, tunggu apa lagi ? Milikilah segera buku <strong>Menuju Sukses Tata Kelola Perpustakaan Desa </strong>ini !</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://perpustakaansidodadi.com/5109/bagaimana-mengelola-perpustakaan-desa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suasana Baru di Perpustakaan Sidodadi</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/5103/suasana-baru-di-perpustakaan-sidodadi/</link>
					<comments>https://perpustakaansidodadi.com/5103/suasana-baru-di-perpustakaan-sidodadi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2018 06:12:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://perpustakaansidodadi.com/?p=5103</guid>

					<description><![CDATA[Perpustakaan Sidodadi merupakan perpustakaan umum desa yang didirikan sebagai pusat belajar masyarakat Desa Hargomulyo. Pada tahun-tahun sebelumnya, perpustakaan Sidodadi terletak di deretan ruko depan Balai Desa Hargomulyo Kokap. Jika sekarang Anda tidak menemukan perpustakaan Sidodadi di deretan ruko tersebut, hal ini dikarenakan perpustakaan tersebut telah pindah lokasi. Lokasi baru perpustakaan &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perpustakaan Sidodadi merupakan perpustakaan umum desa yang didirikan sebagai pusat belajar masyarakat Desa Hargomulyo. Pada tahun-tahun sebelumnya, perpustakaan Sidodadi terletak di deretan ruko depan Balai Desa Hargomulyo Kokap. Jika sekarang Anda tidak menemukan perpustakaan Sidodadi di deretan ruko tersebut, hal ini dikarenakan perpustakaan tersebut telah pindah lokasi. Lokasi baru perpustakaan Sidodadi terletak tepat di belakang deretan ruko tersebut, tidak jauh dari lokasi lama perpustakaan.</p>
<div id="attachment_5104" style="width: 414px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.11.jpeg"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5104" class="wp-image-5104" src="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.11.jpeg" alt="" width="404" height="227" srcset="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.11.jpeg 1280w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.11-300x169.jpeg 300w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.11-768x431.jpeg 768w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.11-1024x575.jpeg 1024w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.11-700x393.jpeg 700w" sizes="(max-width: 404px) 100vw, 404px" /></a><p id="caption-attachment-5104" class="wp-caption-text">Tampilan depan perpustakaan Sidodadi di lokasi yang baru (tepat di bagian belakang deretan ruko depan Balai Desa Hargomulyo)</p></div>
<p>Lokasi baru, suasana baru. Tenang saja, jumlah koleksi buku yang dimiliki perpustakaan Sidodadi tidak berkurang <em>kok</em>, justru malah semakin banyak. Anda dapat menemukan berbagai kategori buku di perpustakaan ini, mulai dari buku agama, kesehatan, filsafat, anak-anak, kewirausahaan, hobi, kesenian, buku paket/pendidikan, buku bahasa, komik, malajah, dan tentunya masih banyak lagi.</p>
<div id="attachment_5105" style="width: 453px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.45.52.jpeg"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5105" class="wp-image-5105" src="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.45.52.jpeg" alt="" width="443" height="249" srcset="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.45.52.jpeg 1280w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.45.52-300x169.jpeg 300w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.45.52-768x431.jpeg 768w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.45.52-1024x575.jpeg 1024w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.45.52-700x393.jpeg 700w" sizes="(max-width: 443px) 100vw, 443px" /></a><p id="caption-attachment-5105" class="wp-caption-text">Koleksi novel, komik, buku-buku anak, dan majalah yang dimiliki oleh perpustakaan Sidodadi</p></div>
<div id="attachment_5106" style="width: 404px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.02.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5106" class="wp-image-5106" src="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.02.jpeg" alt="" width="394" height="702" srcset="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.02.jpeg 719w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.02-169x300.jpeg 169w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.02-575x1024.jpeg 575w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.02-700x1246.jpeg 700w" sizes="auto, (max-width: 394px) 100vw, 394px" /></a><p id="caption-attachment-5106" class="wp-caption-text">Koleksi buku-buku keagamaan, filsafat, psikologi, kesehatan, majalah, buku paket/pendidikan, dan masih banyak lagi yang dimiliki oleh perpustakaan Sidodadi</p></div>
<p>Kapan bisa <em>main </em>ke perpustakaan ? Perpustakaan Sidodadi buka setiap hari mulai jam 10.00 hingga 17.00 WIB. Anda bisa meminjam buku maksimal 2 buku untuk 1 nama, dan <em>gratis </em>! Anda tidak dikenakan biaya apapun untuk meminjam buku atau sekedar untuk memiliki kartu keanggotaan. Jika Anda belum ingin meminjam buku, tenang <em>aja</em>, Anda bisa baca buku di tempat <em>kok </em>! Karena sudah disediakan meja dan kursi yang dapat digunakan untuk sekadar membaca koran/majalah/buku yang menarik minat Anda.</p>
<div id="attachment_5107" style="width: 388px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.07.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-5107" class="wp-image-5107" src="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.07.jpeg" alt="" width="378" height="212" srcset="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.07.jpeg 1280w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.07-300x169.jpeg 300w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.07-768x431.jpeg 768w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.07-1024x575.jpeg 1024w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-12-at-12.46.07-700x393.jpeg 700w" sizes="auto, (max-width: 378px) 100vw, 378px" /></a><p id="caption-attachment-5107" class="wp-caption-text">Meja dan kursi yang disediakan untuk memfasilitasi pengunjung yang sekadar ingin membaca di tempat</p></div>
<p>Jadi, kapan <em>nih </em>Anda main ke perpustakaan Sidodadi ???</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://perpustakaansidodadi.com/5103/suasana-baru-di-perpustakaan-sidodadi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Bank Dunia ke Perpustakaan Sidodadi</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/5096/kunjungan-bank-dunia-ke-perpustakaan-sidodadi/</link>
					<comments>https://perpustakaansidodadi.com/5096/kunjungan-bank-dunia-ke-perpustakaan-sidodadi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2018 04:29:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Umum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://perpustakaansidodadi.com/?p=5096</guid>

					<description><![CDATA[Pada Kamis, 8 Maret 2018 lalu, beberapa orang perwakilan Bank Dunia melakukan kunjungan ke Perpustakaan Sidodadi Hargomulyo. Perwakilan yang berangkat dari Jakarta tersebut berjumlah 6 orang. Mereka melakukan observasi terkait pengembangan perpustakaan desa yang sebelumnya telah didanai oleh Bank Dunia. Mereka terkesima dengan perkembangan perpustakaan desa yang sangat baik. Salah &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-08-at-14.07.27.jpeg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-5097" src="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-08-at-14.07.27.jpeg" alt="" width="1280" height="719" srcset="https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-08-at-14.07.27.jpeg 1280w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-08-at-14.07.27-300x169.jpeg 300w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-08-at-14.07.27-768x431.jpeg 768w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-08-at-14.07.27-1024x575.jpeg 1024w, https://perpustakaansidodadi.com/wp-content/uploads/2018/03/WhatsApp-Image-2018-03-08-at-14.07.27-700x393.jpeg 700w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></a></p>
<p>Pada Kamis, 8 Maret 2018 lalu, beberapa orang perwakilan Bank Dunia melakukan kunjungan ke Perpustakaan Sidodadi Hargomulyo. Perwakilan yang berangkat dari Jakarta tersebut berjumlah 6 orang. Mereka melakukan observasi terkait pengembangan perpustakaan desa yang sebelumnya telah didanai oleh Bank Dunia. Mereka terkesima dengan perkembangan perpustakaan desa yang sangat baik. Salah satu dari perwakilan tersebut berkomentar mengenai jumlah koleksi buku yang variatif dan terstrukturnya pengondisian buku. Tak sedikit dari mereka yang tak sungkan untuk mengambil beberapa foto terkait kondisi perpustakaan desa, terutama bagian penghargaan-penghargaan yang telah diterima oleh perpustakaan desa Sidodadi. Pada 2014, perpustakaan desa Sidodadi sempat menerima penghargaan berskala nasional, yaitu Juara II Cluster A Perpustakaan Tingkat Kabupaten/Kelurahan yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI.</p>
<p>Beberapa orang perwakilan Bank Dunia tertarik dengan menanyakan beberapa hal mengenai perpustakaan desa kepada Bapak Tri Haryono selaku penanggungjawab perpustakaan desa Sidodadi. Mereka juga sempat bertanya perihal beberapa penghargaan yang telah diterima oleh perpustakaan di tingkat regional maupun nasional. Mereka bangga karena usaha mereka dalam memberikan dana kepada perpustakaan desa tidaklah sia-sia. Selain itu, mereka berharap agar perpustakaan desa ini senantiasa berkembang dan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat desa mengenai budaya membaca.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://perpustakaansidodadi.com/5096/kunjungan-bank-dunia-ke-perpustakaan-sidodadi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PROMOSI KAMI</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/897/promosi-kami/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2014 03:31:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info perpustakaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://perpustakaansidodadi.com/?p=897</guid>

					<description><![CDATA[Silahkan berkunjung ke youtube yang akan menampilkan tentang profil perpustakaan kami. http://www.youtube.com/watch?v=J893SdQZucU &#160; terimakasih anda telah berkunjung, berikan komentar dan saranya agar perpustakaan sidodadi lebih baik lagi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Silahkan berkunjung ke youtube yang akan menampilkan tentang profil perpustakaan kami.</p>
<p><meta http-equiv="content-type" content="text/html; charset=utf-8" /><a href="http://www.youtube.com/watch?v=J893SdQZucU">http://www.youtube.com/watch?v=J893SdQZucU</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>terimakasih anda telah berkunjung, berikan komentar dan saranya agar perpustakaan sidodadi lebih baik lagi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PRESTASI PERPUSTAKAAN SIDODADI DESA HARGOMULYO KOKAP KULON PROGO YOGYAKARTA</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/882/prsetasi-perpustakaan-sidodadi-desa-hargomulyo-kokap-kulon-progo-yogyakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2014 03:33:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info perpustakaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://perpustakaansidodadi.com/?p=882</guid>

					<description><![CDATA[PERPUSTAKAAN SIDODADI DESA HARGOMULYO KOKAP KULON PROGO YOGYAKARTA &#160; Perpustakaan Sidodadi Desa Hargomulyo Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo berhasil mendapatkan juara 2 Nasional di Jakarta pada lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan, Jum&#8217;at (24/10/2014) kemarin. Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan pada tahun 2014 dibagi menjadi 3 kelompik yaitu Cluster A, Cluster B, Cluster C yang &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.2  (Linux)" /></p>
<style type="text/css"><!--
@page { margin: 0.79in }
		P { margin-bottom: 0.08in }
--></style>
<p align="CENTER"><span style="color: #000000;"><span><span><span><span style="font-size: medium;">PERPUSTAKAAN SIDODADI DESA HARGOMULYO KOKAP KULON PROGO YOGYAKARTA</span></span></span></span></span></p>
<p><meta http-equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 3.2  (Linux)" /></p>
<style type="text/css"><!--
@page { margin: 0.79in }
		P { margin-bottom: 0.08in }
--></style>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #000000;">Perpustakaan Sidodadi Desa Hargomulyo Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo berhasil mendapatkan juara 2 Nasional di Jakarta pada lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan, Jum&#8217;at (24/10/2014) kemarin.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"> Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan pada tahun 2014 dibagi menjadi 3 kelompik yaitu Cluster A, Cluster B, Cluster C yang peneglompokannya didasarkan pada prosentase wilayah teringgal, daerah sedang, dan daerah maju. Menurut Perpustakaan Nasional pembagian ini dimaksudkan agar tidak terjadi keseimbangan dalam penilaian disebabkan perbedaan potensi masing-masing peserta lomba. Perpustakaan Sidodadi Desa Hargomulyo ikut dalam Cluster A yang dikatagorikan dalam daerah maju. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"> Katagori Cluster A terdiri dari 13 Provinsi, yaitu Provinsi Sumatra Utara, Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Kep. Bangka Belitung, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinis Jawa Tengah, Provinsi DI.Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Sulaewsi Selatan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><a name="ctl00_ContentPlaceHolder1_lbIsiBerita"></a> <span style="color: #000000;"> Juara 1 Perpustakaan Desa, yaitu Perpustakaan Tunas Bangsa Pandan Wangi, Jawa Timur (Lumajang). Juara 2 yaitu Perpustakaan Sidodadi Desa Hargomulyo, Kokap , kulon Progo, Yogyakarta. Juara </span><span style="color: #000000;">3</span><span style="color: #000000;"> yaitu </span><span style="color: #000000;">Perpustakaan Majasari Indramayu Jawa Barat. Juara 1 Harapan Perpus Puspasari Wonosobo, Jawa Tengah, Juara 2 Harapan Perpus Medan Estate Sumatra Utara.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"> Perpustakaan Sidodadi telah memberikan hasil yang maksimal, “Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras pengelola Perpustakaan Sidodadi dan semua instansi yang telah memberikan bantuan, yang akhirnya mendapatkan juara 2 tingkat Nasional untuk katagori Perpustakaan Desa/Kelurahan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"> Lomba ini diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional dalam rangka pengembangan dan pembinaa perpustakaan desa/kelurahan pada tahun 2014 yang berlokasi di Hotel Kartika Chandra, Jl.Gatot Subroto, Jakarta Selatan 12930 yang dilaksanakan pada tanggal 22-24 Oktober 2014.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color: #000000;"> Kami ucapkan terimakasih atas partisipasi masyarakat desa hargomulyo dan sekitarnya dalam mendukung dan memanfaatkan kegiatan dan layanan perpustakaan, demikian pula pada bapak Bupati dan jajarannya, BPAD DIY, KPA Kulon Progo yang telah memberikan pembinaan-pembinaan dan fasilitasi.</span></p>
<p align="JUSTIFY">
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Perpustakaan kecil dan Unik Di Dunia</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/870/6-perpustakaan-kecil-dan-unik-di-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2014 03:49:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info perpustakaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://perpustakaansidodadi.com/?p=870</guid>

					<description><![CDATA[ Di Kotak Telepon Umum Saat jaringan telekomunikasi British Telecom ingin menggusur box telepon umum mereka yang sangat ikonik itu, para penduduk di bagian selatan Inggris yakni desa kecil bernama Westbury-sub-Mendip langsung beraksi. Mereka rupanya tidak ingin kehilangan kotak berwarna merah yang sangat khas itu. Untuk melancarkan aksinya, para penduduk membangun &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="content-type" content="text/html; charset=utf-8" /></p>
<p><strong> Di Kotak Telepon Umum</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" alt="perpustakaan, aneh" src="http://palingkeren.com/wp-content/uploads/2014/08/perpustakaan-aneh-500x359.jpg" width="500" height="359" /></p>
<p>Saat jaringan telekomunikasi British Telecom ingin menggusur box telepon umum mereka yang sangat ikonik itu, para penduduk di bagian selatan Inggris yakni desa kecil bernama Westbury-sub-Mendip langsung beraksi. Mereka rupanya tidak ingin kehilangan kotak berwarna merah yang sangat khas itu.</p>
<p>Untuk melancarkan aksinya, para penduduk membangun sebuah perpustakaan terkecil di sana yang seluruh buku dan majalahnya disediakan oleh para sukarelawan. Bahkan perpustakaan Westbury-sub-Mendip buka untuk 24 jam dengan sebuah lampu kecil di dalamnya.</p>
<p>Ada sekitar 100 buku, beberapa keping CD dan DVD yang membuatnya cukup lengkap. Buku-buku yang sudah sering dibaca dan mulai tidak rapi akan diganti dengan cara amal pula. Sungguh, apakah setiap desa dan kota di dunia bisa memiliki perpustakaan seimut ini?</p>
<p><strong>2. Tank Penuh Buku</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" alt="perpustakaan, aneh" src="http://palingkeren.com/wp-content/uploads/2014/08/perpustakaan-aneh-1-307x400.jpg" width="307" height="400" /></p>
<p>Seorang seniman sekaligus aktivis Raul Lemesoff, membangun sebuah karya seni bernama Arma De Instruccion Masiva atau Senjata Pengatur Massa. Mungkin terdengar mengerikan. Namun tahukah kamu seperti apa bentuk senjata itu? Rupanya sebuah tank yang berisi penuh dengan buku.</p>
<p>Ada sekitar 900 buku yang ditata sedemikian rupa oleh Raul sehingga menutupi hampir seluruh bodi tank. Seluruh buku itu didapatkan Raul dari sumbangan sukarela. Alasan Raul membuat karya seni ini adalah dia ingin memberikan kedamaian lewat sebuah bacaan.</p>
<p>Begitu simbolis dan sangat menginspirasi</p>
<p><strong>3. Perpustakaan Mini</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" alt="perpustakaan aneh 3" src="http://palingkeren.com/wp-content/uploads/2014/08/perpustakaan-aneh-3-281x400.jpg" width="281" height="400" /></p>
<p>Ini adalah sebuah booth sekaligus satu unit rak kecil yang juga berfungsi sebagai perpustakaan super mini. Booth berwarna kuning ini mulai dipasang di kawasan Nolita, New York pada tahun 2013 lalu. Sebagai booth buku, unit rak ini memang tertutup dan terletak sedada orang dewasa sehingga tidak perlu takut terkena air.</p>
<p>Jika kamu ingin melihat buku yang ada di dalam unit rak kecil ini, kamu harus masuk dan melihatnya, seperti melewati sebuah pipa. Perpustakaan futuristik ini didesain oleh sebuah firma desain Venezuela, Stereotank yang mengikuti festival membangun perpustakaan gratis dalam bentuk mini di pusat kota Manhattan.</p>
<p><strong>4. Perpustakaan Luar Ruangan</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" alt="perpustakaan, aneh" src="http://palingkeren.com/wp-content/uploads/2014/08/perpustakaan-aneh-4-300x400.jpg" width="300" height="400" /></p>
<p>Jika biasanya perpustakaan terletak di dalam gedung yang megah dan besar, maka akan terasa sangat berbeda jika kamu berkunjung ke Ghent, salah satu kota di Belgia sana. Karena di Ghent, dibangun sebuah perpustakaan besar yang tidak berdinding alias ada di outdoor.</p>
<p>Perpustakaan bernama Bookyard ini adalah karya seorang seniman Italia, Massimo Bartolini pada tahun 2012 silam. Bartolini mendesain sekaligus membangun dua belas rak berukuran besar dan panjang di kebun St Peter’s Abbey. Uniknya, kamu bisa memilih-milih buku sembari melihat pemandangan yang serba hijau.</p>
<p><strong>5. Perpustakaan Berjalan</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" alt="perpustakaan aneh 5" src="http://palingkeren.com/wp-content/uploads/2014/08/perpustakaan-aneh-5-281x400.jpg" width="281" height="400" /></p>
<p>Bagaimana jadinya jika orang-orang di kawasan pedesaan dan perbukitan ingin membaca buku ke perpustakaan? Tentu saja tak semua bisa terjadi. Karena kebanyakan perpustakaan memang dibangun di lokasi-lokasi padat penduduk dan lebih di area perkotaan.</p>
<p>Namun rupanya Universitas Valle del Momboy ingin mengubah pemikiran itu. Pada tahun 2009, kampus tersebut mencoba menerapkan konsep perpustakaan unik yang tak biasa. Di mana perpustakaan bergerak itu sengaja diterapkan di kawasan pegunungan Trujillo.</p>
<p>Tunggu, perpustakaan bergerak? Yap, karena buku-buku yang ada rupanya dipasang di semacam etalase plastik yang diletakkan di punggung seekor kuda atau bagal. Pernah dengar bagal? Itu adalah hewan yang merupakan keturunan silang kuda betina dan keledai jantan yang mandul.</p>
<p><strong>6. Perpustakaan Pantai</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" alt="perpustakaan, aenh" src="http://palingkeren.com/wp-content/uploads/2014/08/perpustakaan-aneh-6-272x400.jpg" width="272" height="400" /></p>
<p>Apa yang kamu ingat dari pantai? Tentu saja hamparan pasir putih dan ombak serta perpustakaan. Hah, perpustakaan? Yap, apa yang kamu baca ini benar. Memang sih pasir, ombak dan perpustakaan adalah kata yang tak mungkin bisa bergabung. Namun bagi Herman Kompernas, semuanya bisa disatukan.</p>
<p>Herman rupanya membangun sebuah perpustakaan luar ruangan di pantai pasir Black Sea di Bulgaria yang menjadi bagian dari resort Albena. Tak tanggung-tanggung, rak-rak buku itu sengaja dibangun di dekat hamparan pasir pantai dan memiliki koleksi lebih dari 2.500 buku dalam 10 bahasa berbeda.</p>
<p>Untuk meminjam buku di perpustakaan ini pun gratis. Di mana kalau kamu ingin membaca buku sambil menjemur tubuhmu menjadi berkulit eksotis, tinggal mengambil dan menggembalikannya sendiri. Sungguh, ini mungkin perpustakaan paling santai yang ada di dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber: <meta http-equiv="content-type" content="text/html; charset=utf-8" /><a href="http://www.woltbit.com/inspirasi/6-perpustakaan-unik-di-dunia">http://www.woltbit.com/inspirasi/6-perpustakaan-unik-di-dunia</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wisata Perpustakaan Unik di Dunia</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/867/wisata-perpustakaan-unik-di-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2014 03:42:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info perpustakaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://perpustakaansidodadi.com/?p=867</guid>

					<description><![CDATA[VIVAlife – Berlibur dan berwisata ke luar negeri tak harus melulu singgah ke pantai, gunung atau tempat hiburan, tapi juga ke perpustakaan. Kalau Anda berpikir perpustakaan hanya dipenuhi dengan buku-buku ‘berat’, Anda salah besar. Bangunan yang unik, nilai sejarah, dan ragam buku, termasuk komik menjadi daya tarik. Berikut ini adalah perpustakaan &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="content-type" content="text/html; charset=utf-8" /></p>
<p><strong>VIVAlife</strong> – Berlibur dan berwisata ke luar negeri tak harus melulu singgah ke pantai, gunung atau tempat hiburan, tapi juga ke perpustakaan. Kalau Anda berpikir perpustakaan hanya dipenuhi dengan buku-buku ‘berat’, Anda salah besar. Bangunan yang unik, nilai sejarah, dan ragam buku, termasuk komik menjadi daya tarik.</p>
<p>Berikut ini adalah perpustakaan yang wajib dikunjungi sebelum ‘menutup mata’, seperti yang dilansir <em>Rocketnews24.com</em></p>
<p><strong><br />
1. Kyoto International Manga Museum (Kyoto, Jepang)</strong><br />
Selain sushi, teh dan pohon sakura, daya tarik Jepang juga ada pada pada manga. Jadi saat Anda berkunjung ke Negeri Sakura, jangan lewatkan untuk melangkahkan kaki ke The Kyoto Internasional Manga Museum. Bangunan yang berdiri  di sebuah sekolah dasar yang telah dinonaktifkan <em>pasca</em> perang ini dihiasi oleh ragam koleksi manga dari penjuru dunia.</p>
<p><img decoding="async" id="191351" title="Perpustakaan manga" alt="Perpustakaan manga" src="http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/07/191351_perpustakaan-manga_663_498.jpg" /></p>
<p>Kalau Anda merupakan pecinta buku komik, museum ini menjadi pilihan yang tepat. Deretan buku komik berbaris rapi di dalam rak buku. Keunikan dari tempat ini, Anda tak harus membaca di dalam ruangan tapi juga di atas rumput hijau di luar perpustakaan.</p>
<p><strong>Oxford University Bodleian Library</strong><br />
Bagi pecinta sejarah, Oxford University Bodleian Library menjadi pilihan wajib yang dikunjungi. Ini adalah perpustakaan tertua yang ada di Eropa. Semua buku yang berisi di dalamnya merupakan buku-buku terbitan Inggris. Penampakannya dalam film <em>Harry Potter</em>membuat perpustakaan ini kian terkenal.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" id="191353" title="Perpustakaan oxford" alt="Perpustakaan oxford" src="http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/07/191353_perpustakaan-oxford_663_498.jpg" width="663" height="498" /></p>
<p><strong>Ambrosiana Library &amp; Art Gallery (Milan, Italy)</strong><br />
The Ambrosiana Biblioteca berisi dua belas manuskrip Leonardo da Vinci, termasuk Atlanticus Codex, dan 30.000 lebih dari manuskrip ditulis dalam berbagai bahasa. Tak hanya Leonardo da Vinci yang ada di dalamnya, tapi juga seniman handal seperti Caravaggio dan Raphael.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" id="191352" title="Perpustakaan ambrosiana" alt="Perpustakaan ambrosiana" src="http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/07/191352_perpustakaan-ambrosiana_663_498.jpg" width="663" height="498" /></p>
<p><strong>British Library (London, Inggris)</strong><br />
Ini adalah salah satu perpustakaan nasional yang ada di Inggris, British Library memiliki 150 juta jenis buku di dalamnya, termasuk tulisan Magna Carta. Perpustakaan ini juga memiliki katalog Tematik Mozart, dan manuskrip tulisan tangan John Lennon dan Paul McCartney.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" id="191347" title="British Library" alt="British Library" src="http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/07/191347_british-library_663_498.jpg" width="663" height="498" /><br />
<strong><br />
Jose Vasconcelos Library (Meksiko)</strong><br />
Dirancang oleh arsitektur Alberto Kalach, semua buku dipajang dengan cara digantung di langit-langit ruangan. Bangunannya membuat perpustakaan ini fenomenal. Dibutuhkan<em>budget</em> $100 juta untuk membangun perpustakaan ini. Dalam ruangan bangunan ini juga dipenuhi dengan patung unik buatan para seniman.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" id="191350" title="Perpustakaan di meksiko" alt="Perpustakaan di meksiko" src="http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/07/191350_perpustakaan-di-meksiko_663_498.jpg" width="663" height="498" /></p>
<p><strong>Melbourne, Australia</strong><br />
Perpustakaan Negara Bagian Victoria didirikan pada 1854 dan mengoleksi lebih 1,5 juta buku. Ruangan ini terdiri atas meja-meja panjang bercabang dari setiap sudut ruangan. Pencahayaan di setiap meja dengan menambahkan penerangan alami bagi pembacanya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" id="191505" title="State Library of Victoria" alt="State Library of Victoria" src="http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/08/191505_state-library-of-victoria_663_498.jpg" width="663" height="498" /></p>
<p><strong>Trinity College Library (Dublin, Irlandia)</strong><br />
Perpustakaan Trinity College adalah perpustakaan terbesar di Irlandia dan rumah bagi kitab Kells, yang dianggap sebagai buku paling indah di dunia. Lorong panjang yang dihiasi dengan barisan buku di<em> Old Library</em> adalah salah satu tempat <a href="http://www.gonla.com/">wisata</a> terbesar di Irlandia.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" id="191504" title="Trinity College Library " alt="Trinity College Library " src="http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/08/191504_trinity-college-library_663_498.jpg" width="663" height="498" /></p>
<p><strong>Royal Portugis Reading Room (Rio de Janeiro, Brasil)</strong><br />
Dibangun dalam gaya periode akhir <em>gothic </em>arsitektur. Ini yang membuat bangunannya tampak seperti gereja. Terdapat 45.000 karya Portugis antik dalam rak.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" id="191506" title=" Royal Portugis Reading Room" alt=" Royal Portugis Reading Room" src="http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/08/191506_royal-portugis-reading-room_663_498.jpg" width="663" height="498" /><br />
<strong></strong></p>
<p><strong><br />
Seattle Public Library (Seattle, USA)</strong><br />
Fitur terbaru dari Seattle Public Library adalah layanan <em>check-out </em>otomatis yang menggunakan<em> tag nirkabel</em> yang melekat pada setiap buku. Perpustakaan ini memiliki 400 komputer publik untuk penggunaan internet gratis. Di sini juga terdapat koleksi<em> manga.</em></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" id="191503" title="Seattle Public Library" alt="Seattle Public Library" src="http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/08/191503_seattle-public-library_663_498.JPG" width="663" height="498" /></p>
<p><strong><br />
Strahov Theological Library (Praha, Republik Ceko)</strong><br />
Terletak di salah satu biara Premonstratensian tertua di dunia. Perpustakaan ini berisi lebih dari 200.000 karya. Lukisan Fresco yang indah menggambarkan profesi pustakawan dan digambarkan di atas langit-langit perpustakaan. (art)</p>
<p><img decoding="async" id="191502" title=" Strahov Theological Library " alt=" Strahov Theological Library " src="http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/02/08/191502_strahov-theological-library_663_498.jpg" /></p>
<p>COPAS:</p>
<p><a href="http://life.viva.co.id/news/read/388438-foto--10-wisata-perpustakaan-unik-di-dunia--1-">http://life.viva.co.id/news/read/388438-foto–10-wisata-perpustakaan-unik-di-dunia–1-</a></p>
<p><a href="http://life.viva.co.id/news/read/388689-foto--10-wisata-perpustakaan-unik-di-dunia--2-">http://life.viva.co.id/news/read/388689-foto–10-wisata-perpustakaan-unik-di-dunia–2-</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN TERHADAP PERILAKU PEMUSTAKA</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/863/dampak-teknologi-informasi-di-perpustakaan-terhadap-perilaku-pemustaka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2014 04:14:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info perpustakaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://perpustakaansidodadi.com/?p=863</guid>

					<description><![CDATA[PENDAHULUAN A.       Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi saat ini telah memberikan banyak kemudahan bagi pengguna perpustakaan (pemustaka) untuk mengakses informasi yang dibutuhkannya, terutama dengan adanya situs search engine di internet. Seolah-olah tidak ada lagi batasan geografis, informasi dari berbagai belahan dunia bisa didapatkan dengan mudah, begitu juga dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Seiring &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="content-type" content="text/html; charset=utf-8" /></p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p>A.       <strong>Latar Belakang</strong></p>
<p><strong></strong>Perkembangan teknologi informasi saat ini telah memberikan banyak kemudahan bagi pengguna perpustakaan (pemustaka) untuk mengakses informasi yang dibutuhkannya, terutama dengan adanya situs <em>search engine</em> di internet. Seolah-olah tidak ada lagi batasan geografis, informasi dari berbagai belahan dunia bisa didapatkan dengan mudah, begitu juga dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan.</p>
<p>Seiring dengan perkembangan teknologi informasi  dan komunikasi yang pesat dewasa ini, perpustakaan sebagai jantung pendidikan dituntut untuk menyediakan sumber informasi tidak hanya dalam bentuk tercetak namun terlebih dalam bentuk digital (Lutviah,2011:1), menyebut bahwa saat ini Bangsa Indonesia memasuki <em>&#8220;media satured era&#8221;</em> dimana media massa mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dari sisi teknologi media maupun konten medianya itu sendiri. Dunia maya memberikan kemudahan kepada masyarakat pengguna informasi untuk mendapatkan informasi yang dikehendaki secara cepat, dan mudah sehingga ledakan informasi mustahil untuk dihindari. Mesin pencari <em>&#8220;search engine&#8221;</em> sebagai contoh Google secara luar biasa mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara cepat dan mudah.</p>
<p>Lalu bagaimanakah dengan keberadaan perpustakaan? Perpustakaan yang merupakan sebuah ruangan yang berisi koleksi-koleksi baik cetak maupun non cetak (digital) yang disusun dengan sistematika tertentu juga menyediakan informasi yang melimpah yang tak kalah dengan internet. Sehingga di zaman sekarang perpustakaan pun telah mengadaptasi teknologi informassi untuk menunjang operasional perpustakaan sehingga lebih dinamis , sesuai perkembangan zaman yang menuntut perkembangan informasi dan perluasannya yang sangat cepat. Pergeseran fungsi perpustakaan juga tampak nyata dalam realisasinya, yang dahulu hanya sebagai penyimpan dokumen maupun informasi, namun sekarang telah berubah sebagai penyedia dan penyalur informasi yang terus berkembang pesat.</p>
<p>Dalam tulisan ini, penulis memaparkan bahwa peran penting pustakawan dalam menghadapi era digital ini mempunyai tantangan yang luar biasa untuk meningkatkan kemampuannya  dalam penguasaan teknologi informasi. Setidaknya penguasaan teknologi informasi ini akan membantu perpustakaan dalam melayani pemustaka .</p>
<p>B.        <strong>Permasalahan</strong></p>
<p>Bagaimana kemampuan seorang pustakawan sebagai aktor utama dalam perpustakaan dalam mengadaptasi perkembangan teknologi informasi dalam perpustakaan dalam kaitannnya melayani perilaku pemustaka?</p>
<p>C. <strong>Tujuan</strong></p>
<p>Di dalam tulisan ini, penulis memaparkan sejauh mana peran seorang pustakawan dalam melayani seorang pemustaka bisa dikatakan &#8220;puas&#8221; dalam melayani dan faktor-faktor apa saja yang menghambat dari segi pelayanan tersebut.</p>
<p><strong>PEMBAHASAN</strong></p>
<p><strong>A.       </strong><strong>Landasan Teori</strong></p>
<p>Diskusi tentang teknologi informasi, termasuk teknologi informasi dalam pelayanan pengguna perpustakaan (pemustaka) di perpustakan, seringkali hanya menyangkut kebendaan teknologi misalnya : <em>hadware</em>, <em>software</em> dan lain-lain. Saya rasa ada kesalahan besar dalam cara kita memandang teknologi informasi dalam pengembangan pelayanan terhadap pemustaka di perpustakaan, kalau cuma itu  yang kita diskusikan. Menurut (Ma&#8217;in,2008) teknologi informasi dapat diartikan sebagai teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah serta menyebarkan informasi tersebut. Teknologi Informasi <em>(Information Technology)</em>merupakan mata rantai dari perkembangan sistem informasi. Kalau dilihat dari susunan kata, yakni kata teknologi dan informasi, maka teknologi informasi dapat diartikan sebagai hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari pengirim ke penerima.</p>
<p>Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi  informasi  begitu melesat sehingga  setiap jengkal kehidupan manusia tidak lepas dari  pengaruh  teknologi. Salah satu penanda  bahwa  teknologi Informasi   begitu maju adalah ketika kita  melihat kehidupan kampus  yang sudah marak dengan  komputer jinjing atau laptop/notebook  yang dibawa oleh para mahasiswa. Hal ini masih ditambah oleh adanya berbagai fasilitas yang ditawarkan oleh pihak penyelenggara kampus atau perguruan tinggi seperti jaringan  internet dan &#8220;<em>wireless fidelity</em>&#8221; atau <em>Wif</em>i yang sudah begitu marak di setiap ruang-ruang  kampus seperti perpustakaan, ruang baca atau ruang kuliah.</p>
<p>Pada saat ini cenderung kita lihat pergerakan perubahan perilaku atau sikap pemustaka lebih memilih sesuatu yang instan yaitu menggunakan search engine di internet untuk mencari sumber informasi. Berdasarkan statistik Badan Pusat Statistik (BPS) th 2013 dari sisi pemanfaatan, ternyata <em>e-mail</em> (mengirim dan menerima) menduduki posisi teratas (95,75 persen), untuk mencari <a href="http://www.merdeka.com/berita-hari-ini/">berita</a>/informasi (78,49 persen), mencari barang/jasa (77,81 persen), informasi lembaga pemerintahan tender sebesar (65,07 persen), kelima untuk social media (61,23 persen). Mesin pencari <em>&#8220;search engine&#8221;</em> sebagai contoh Google sebagai pencari situs hanya mengindeks sekitar 18% dari halaman web yang ada selain itu juga semua orang dapat mempublikasikan halaman web sebagai contoh wordpress,blog, dll, namun belum tentu isinya benar.</p>
<p>Coba kita bandingkan dengan sumber informasi yang ada di perpustakaan sebagai contoh :</p>
<p>&#8211;    Sumber informasi (koleksi cetak maupun non cetak )yang ada di perpustakaan semuanya telah dipilih oleh pustakawan yang professional.</p>
<p>&#8211;    Perpustakaan menyediakan alat temu kembali yang dapat memudahkan pemustaka dalam mencari informasi yang dibutuhkannya.</p>
<p>&#8211;    Adanya pustakawan yang siap membantu dalam menemukan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka tersebut.</p>
<p>Adanya banjir informasi ini tentu tidak lepas dari pengaruh globalisasi sehingga menjadikan informasi  dari belahan dunia  lain dalam hitungan detik dapat diakses oleh belahan dunia yang lain pula. Dengan kondisi demikian perpustakaan sebagai pusat informasi seharusnya dapat memanfaatkan peluang banjir informasi ini untuk lebih mengintensifkan peranannya sebagai penyedia informasi bagi pemustaka.</p>
<p><strong>B.        </strong><strong>Analisis</strong></p>
<p>Menurut Mangkunegara dalam (Pergola Irianti ,2005), sebenarnya pelayanan pustakawan  identik dengan pribadi penjual jasa. Berdasarkan falsafah penjual yang dikemukakan Mangkunegara tersebut, yaitu bagaimana menjual dapat memberi kepuasan bagi kedua belah pihak, baik pihak pembeli maupun bagi pihak penjual. Demikian halnya dengan pelayanan pustakawan , diperlukan upaya layanan yang dapat menimbulkan rasa puas bagi pengguna maupun bagi dirinya sendiri. Selain perhatian terhadap pengguna perlu pula dipikirkan bagaimana menciptakan hubungan baik dan berkelanjutan, dengan demikian pustakawan akan memperoleh minimal dua keuntungan yaitu perpustakaan menjadi terkenal dan citra sebagai pustakawan profesional lebih terangkat.</p>
<p>Saat ini yang diperhatikan dari perpustakaan tidak hanya dari sisi pustakawan saja melainkan dari sisi penggunaan perangkat teknologi informasi yang pasti akan berpengaruh terhadap perilaku pemustaka dalam perpustakaan, salah satu yang dapat diperhatikan  dalam pengukuran perilaku tersebut secara umum, pengukuran perubahan sikap pemustaka dapat dibedakan menjadi 2 metode yaitu :</p>
<p>1.      Metode pelaporan diri (<em>self report method</em>)</p>
<p>Pada metode ini, individu (pemustaka) diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh seorang pustakawan. Bentuknya bisa berupa skala sikap (<em>attitude scale</em>) ataupun survei pendapat (<em>opinion polls</em>).</p>
<p>2.      Pengukuran tingkah laku</p>
<p>Pada metode ini untuk mengukur sikap pemustaka adalah dengan motode observasi yaitu dengan melihat secara langsung tingkah laku yang dilakukan pemustaka dalam menghadapi suatu objek. Sebagai contoh, sikap pemustaka terhadap fasilitas internet (ruang audio visual yang ada di Perpustakaan UAJY) dengan cara mengobservasi apakah setiap mencari sumber informasi diperpustakaan pemustaka datang ke perpustakaan untuk menggunakan fasilitas internet tersebut secara tepat dan cepat sesuai dengan rujukan sumber informasi.</p>
<p><strong>B.1. Pergeseran Pelayanan  di Perpustakaan</strong></p>
<p>Menurut (Stuart,2002), saat ini pergeseran layanan informasi pada perpustakaan yang berakibat pada perubahan pola kerja dan orientasi institusi yang bergerak dalam bidang ilmu pengetahuan seperti perpustakaan dapat dilihat dalam bagan sebagai berikut :</p>
<p><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p><strong></strong>Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini semakin memudahkan para pemustaka untuk mendapatkan informasi, memudahkan perpustakaan dalam menunjang operasional perpustakaan. Para pemustaka dapat mengakses informasi dari perpustakaan kapan saja dan di mana saja, sehingga informasi dapat tersampaikan tanpa henti. Salah satu tantangan bagi perpustakaan adalah memflter banyaknya informasi yang beredar, yang harus tersampaikan secara tepat kepada pemustakanya sehingga nilai efisien dan efektif dapat tercapai.</p>
<p>Perpustakaan perguruan tinggi ke depan pada intinya harus dapat menjawab tantangan perubahan paradigma informasi. Perpustakaan harus dapat memberikan ruang akses yang lebih baik kepada sumber dayanya, penggunanya, dan layanannya. Perpustakaan juga perlu kembali mencermati kendala-kendala yang ada sehingga ke depan dapat mengatasi berbagai kendala dengan baik. Sudah saatnya bagi perpustakaan untuk memfokuskan diri pada mutu pelayanan dengan melibatkan pustakawan secara lebih aktif</p>
<p>Jadi akan lebih baik peran pustakawan dapat benar-benar dibutuhkan sebagai pembendung dan penyaring informasi yang terkait, tentu dalam hal ini pustkawan era modern dituntut benar-benar menguasai medan, baik secara skill kreatif, individual, dan organisasi antar pustakawan.</p>
<p>sumber : <meta http-equiv="content-type" content="text/html; charset=utf-8" /><a href="http://pustaka.uns.ac.id/?opt=1001&amp;menu=news&amp;option=detail&amp;nid=409">http://pustaka.uns.ac.id/?opt=1001&amp;menu=news&amp;option=detail&amp;nid=409</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/861/peran-perpustakaan-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2014 04:13:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info perpustakaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://perpustakaansidodadi.com/?p=861</guid>

					<description><![CDATA[PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH Perpustakaan sebagai lembaga penyedia ilmu pengetahuan dan informasi mempunyai peranan yang signifikan terhadap lembaga induk serta masyarakat penggunanya. Demikian halnya di dalam lingkungan pendidikan seperti sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan pusat sumber ilmu pengetahuan dan informasi yangberada di sekolah, baik tingkat dasar sampai dengan tingkat menengah. Perpustakaan sekolah &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><b>PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH</b></p>
<p>Perpustakaan sebagai lembaga penyedia ilmu pengetahuan dan informasi mempunyai peranan yang signifikan terhadap lembaga induk serta masyarakat penggunanya. Demikian halnya di dalam lingkungan pendidikan seperti sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan pusat sumber ilmu pengetahuan dan informasi yangberada di sekolah, baik tingkat dasar sampai dengan tingkat menengah.</p>
<p>Perpustakaan sekolah harus dapat memainkan peran, khususnya dalam membantu siswa untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Untuk tujuan tersebut, perpustakaan sekolah perlu merealisasikan misi dan kebijakannya dalam memajukan masyarakat sekolah dengan mempersiapkan tenaga pustakawan yang memadai, koleksi yang berkualitas serta serangkaian aktifitas layanan yang mendukung suasana pembelajaran yang menarik.</p>
<p>Dengan memaksimalkan perannnya, diharapkan perpustakaan sekolah bisa mencetak siswa untuk senantiasa terbiasa dengan aktifitas membaca, memahami pelajaran, mengerti maksud dari sebuah informasi dan ilmu pengetahuan, serta menghasilkan karya bermutu. Sehingga pada akhirnya prestasi pun relatif mudah untuk diraih.</p>
<p>Dalam membantu siswa untuk menghasilkan karya yang bermutu, perpustakaan tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan sekolah, terutama melalui kebijakan pimpinan (kepala sekolah), akan memperlancar tugas/kebijakan yang akan dijalankan oleh pengelola perpustakaan sekolah.</p>
<p>Tugas perpustakaan dalam memajukan masyarakat sekolah melalui ilmu pengetahuan dan informasi harus diwujudkan secara efektif dan efisien. Masyarakat sekolah yang menjadi sasaran perpustakaan, mulai dari pihak manajemen sekolah, guru, siswa, pihak orang tua, dan segenap warga sekolah yang lain harus menjadi pintar dengan adanya perpustakaan sekolah. Khususnya siswa, yang menjadi obyek dari pada pembelajaran dan pengajaran, harus dikenalkan betapa pentingnya manfaat dari perpustakaan sekolah. Masyarakat sekolah yang sadar dengan kehadiran perpustakaan akan mewujudkan masyarakat yang gemar membaca/<i>reading society</i>. Begitu ironis ketika kita mengamati hasil dari sebuah penelitian yang menunjukkan dari 50 sekolah yang diteliti, ternyata 8 sekolah diantaranya tidak mempunyai perpustakaan. Bagaimana siswa dapat menghasilkan karya dan mengukir prestasi jika di sekolahnya tidak tersedia perpustakaan?</p>
<p>Memang, proses belajar siswa tidak hanya dilakukan di sekolah. Istilah <i>long life</i><i>education </i>harus tertanam betul dan diaplikasikan dalam kehidupan siswa sehari-hari. Terutama menanamkan akhlak/nilai-nilai yang baik pada siswa. Perpustakaan dapat mengajarkannya tentang rasa tanggungjawab dalam meminjam dan menjaga koleksi dari kerusakan/hilang, membiasakan aktifitas membaca dalam mengisi jam istirahat, serta kebiasaan baik lain yang tercermin dalam tata tertib maupun peraturan perpustakaan. Pihak sekolah berkewajiban mem-<i>backup </i>peraturan yang dikeluarkan oleh perpustakaan. Diharapkan dengan penanaman akhlak/nilai-nilai yang baik ini, siswa dapat lebih bertanggungjawab dalam kehidupan sosialnya, menjadi taat pada orang tua dan bapak ibu guru, serta menjadi warga masyarakat yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Bukankah hal tersebut juga merupakan prestasi bagi siswa?</p>
<p>Karya yang bermutu dan prestasi hanya bisa diraih dengan adanya kemauan dan kebiasaan siswa untuk terus belajar, lewat membaca di perpustakaan sekolah. Kegemaran membaca yang sudah terbudaya di kalangan siswa, harus diimbangi perpustakaan sekolah dengan menyediakan koleksi yang bermutu dan bervariasi. Bukankah untuk menyediakan koleksi tersebut dibutuhkan anggaran dari pihak sekolah yang tidak sedikit? Bukankah idealnya 5 % anggaran sekolah diserahkan untuk pengembangan perpustakaan?</p>
<p>Setiap mata pelajaran yang diajarkan di sekolah/digariskan dalam kurikulum harus di <i>backup </i>dengan baik oleh perpustakaan. Siswa yang menerima pelajaran di kelas, harus terus dimotivasi untuk terus belajar mengembangkan ilmunya melalui proses membaca di perpustakaan. Misalnya dengan memberi tugas membaca di perpustakaan, menceritakan kembali serta membuat laporan. Dengan menyediakan fasilitas belajar yang menyenangkan, dan kedekatan pustakawan dengan siswa akan membantu proses kenyamanan belajar di perpustakaan. Hasilnya siswa diharapkan bisa menguasai sekaligus mengembangkan mata pelajaran yang diterimanya di kelas. Pihak manajemen sekolah perlu mendukung kebijakan untuk cinta kepada perpustakaan sekolah. Misalnya saja memberi hadiah kepada siswa yang sering membaca di perpustakaan, serta menghimbau kepada guru untuk memotivasi siswa dalam melengkapi informasi dan pengetahuannya demi menunjang proses pendidikan serta daya serap terhadap mata pelajaran. Siswa yang sudah mempunyai motivasi tinggi untuk belajar, tinggal menunggu waktu saja agar dapat berkarya dan berprestasi.</p>
<p>Untuk mencapai tujuannya, perpustakaan sekolah perlu dikelola oleh pustakawan dengan tanggungjawab dan dedikasi yang tinggi terhadap layanan. Pustakawan sekolah harus mempunyai jiwa sabar, serta dituntut untuk memahami apa arti pendidikan sesungguhnya.</p>
<p>Perilaku pustakawan sekolah yang bengis, kurang ramah, serta sifat-sifat negative lain perlu dikikis habis. Sehingga siswa dapat lebih dekat dengan pustakawannya, yang merupakan penasihat siswa dalam belajar, serta mencari informasi dan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Pustakawan sekolah juga harus bersifat proaktif dan suka menolong. Siswa yang kurang paham bagaimana cara mengakses sebuah koleksi, misalnya saja cara menelusur buku matematika tulisan Djoko Moesono. Pustakawan sekolah harus telaten dalam mengajarkan penelusurannya. Jika siswa mengetahui lewat judulnya, bisa langsung mengetik/mencari lewat judulnya. Atau kalau siswa lebih tahu siapa pengarang buku matematika tersebut, maka bisa dengan mengetik/mencari djoko moesono. Sehingga siswa lebih suka dan terbiasa dengan belajar, karena literatur yang mereka butuhkan untuk menunjang pelajaran, relatif mudah untuk diketemukan.</p>
<p>Siswa yang dekat dengan pustakawannya, akan mahir dalam mencari dan menggunakan informasi dan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dalam proses penyerapan dan penalaran pelajaran mereka. Siswa yang mudah menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru, merekalah yang mudah pula untuk mengukir prestasi.</p>
<p>Selain membantu siswa dalam mengakses koleksi, pustakawan sekolah harus menyediakan informasi <i>plus </i>dan memberi solusi atas kesulitan siswa dalam belajar. Informasi tambahan yang dibutuhkan siswa, baik itu ilmu pengetahuan dan teknologi baru, atau pun informasi lain seperti lomba karya ilmiah remaja. Informasi yang <i>gress</i> serta teknologi baru akan menarik siswa untuk berduyun-duyun memanfaatkan perpustakaan sebagi pusat sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Dengan informasi dan teknologi terbaru itulah, siswa bisa lebih bisa berkiprah dalam meraih prestasi.</p>
<p>Tidak hanya menyediakan informasi paling <i>gress </i>saja, pustakawan juga harus menyiapkan ruang belajar, ruang diskusi, serta ruang untuk penelitian. Dengan adanya diskusi atau pun penelitian yang dilakukan siswa, berarti ada sinkronisasi antara kegiatan belajar di kelas dengan kegiatan nyata di lingkungan masyarakat sekitar. Atau siswa juga bisa mengembangkan bakat dan minatnya. Situasi bahwa belajar di perpustakaan sekolah dengan meja yang berdebu, terbatasnya meja untuk membaca, dan fasilitas yang sangat minim lainnya, harus diubah. Tidak harus perabot yang mahalmahal, cukup sederhana saja. Pustakawan sekolah dan semua pengguna wajibmemelihara dan membersihkan <i>equipment </i>yang ada. Sehingga tidak ada lagi kesulitan dalam belajar dan mengembangkan pelajaran. Siswa dapat belajar dengan nyaman, dan terus dapat berkarya.</p>
<p>Demi ketertiban dan kenyamanan belajar di perpustakaan, pustakawan sekolah harus pandai-pandai membuat jadual tentang pemakaian ruang diskusi, ruang penelitian, sehingga tidak terjadi benturan antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Jadual tersebut dapat diberitahukan kepada guru kelas atau pun guru bidang studi yang bersangkutan. Dengan pengaturan jadual yang tertib, siswa dapat diajarkan bagaimana mengatur waktu belajarnya dengan baik. Demikain pula saat siswa berada di rumah, kebiasaan untuk bisa mengatur waktu belajar, akan membantu siswa, baik dalam penguasaan pelajaran maupun dalam mengembangkan ilmunya di masyarakat.</p>
<p>Selain fasilitas yang cukup memadai dan waktu yang terjadual dengan baik, pustakawan harus bisa mewujudkan suasana belajar yang menarik bagi siswa. Pustakawan harus mengetahui dan sekaligus memahai teori pendidikan dan kaidah pembelajaran. Inovasi dalam memberikan layanan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan harus terus dikembangkan. Sikap acuh tak acuh terhadap siswa, terutama siswa yang membutuhkan bimbingan di perpustakaan harus dibuang jauh-jauh. Komunikasi positif, baik di kalangan anak-anak (siswa sekolah dasar) maupun remaja (siswa sekolah menengah) harus terus dibangun.</p>
<p>Pustakawan sekolah harus ‘dekat’ dengan masyarakat penggunanya, khususnya siswa. Bagaimana pustakawan sekolah bisa dipercaya sebagai tempat ‘curhat’, baik dalam kesulitan belajar atau pun dalam menambah informasi tentang sumber pengetahuan yang belum diajarkan di kelas. Diharapkan segala permasalahan yang terjadi dalam proses belajar mengajar selama di kelas atau di luar kelas, bisa ditemukan jawabannya. Sehingga siswa merasa nyaman, segala problematikanya dapat dicarikan solusi oleh pustakawan sekolah. Bukankan hal tersebut bisa menjadi motivasi siswa dalam berprestasi ?</p>
<p>Di negara tetangga kita, Malaysia, pustakawan lebih besar perannya dalam ikut melaksanakan penelitian yang dilakukan siswa. Selain menyediakan sumber informasi, pustakawan sekolah juga membantu siswa dalam pembuatan laporan penelitian. Tidak hanya itu, ternyata pustakawan di sana juga bertugas untuk membantu bimbingan siswa dalam mengerjakan tugas rumah maupun tugas di sekolah, jika siswa kurang paham terhadap mata pelajaran yang diajarkan di kelas. Kalau hal di atas bisa diterapkan di negara kita, bisa-bisa tiap hari perpustakaan sekolah akan penuh sesak oleh siswa, baik yang ingin membaca, mencari informasi, atau pun melakukan bimbingan belajar. Dalam suasana belajar yang dengan kondusif, semua pihak akan dapat menghasilkan karya yang maksimal serta prestasi yang dapat membanggakan sekolah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pustakawan sekolah merupakan jaminan tercapainya tujuan pendidikan. Karena lewat bimbingannya, masyarakat sekolah, khususnya siswa akan <i>melek informasi</i>, menjadi terbiasa dengan aktifitas membaca, lebih cerdas, dapat menghasilkan karya yang baik, serta memudahkan siswa dalam meraih prestasi, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.</p>
<p>Pustakawan sekolah harus mahir dalam mengolah dan menata koleksi perpustakaan dengan baik. Sehingga saat koleksi dibutuhkan pengguna, sudah siap tersaji di rak sesuai kode buku/<i>call number</i>. Karena sebagian besar koleksi perpustakaan sekolah berupa buku penunjang kurikulum, maka mutu dari buku-buku itu harus diperhatikan. Karena buku merupakan jendela ilmu pengetahuan yang bisa membuka cakrawala, mampu mengembangkan daya kreatifitas dan imajinasi karena membuat otak lebih aktif mengasosiasikan simbol dengan makna.</p>
<p>Dengan terbiasa membaca buku, siswa akan terasah otak dan pola fikirnya. Membaca harus dijadikan aktifitas siswa sehari-hari. Buku harus dicintai dan bila perlu dijadikan sebagai kebutuhan pokok siswa dalam membantu tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Jika ada kelebihan uang saku, daripada membeli mainan atau jajanan di sekolah, lebih baik membeli buku. Contoh lain dengan membentuk suatu kelompok baca, membeli secara patungan. Buku tersebut bisa dimanfaatkan secara bersama, atau pun bisa didokumentasikan ke perpustakaan sekolah.</p>
<p>Idealnya, setiap perpustakaan sekolah mampu menyediakan minimal 2.500 judul buku. Judul sebesar itu tidak termasuk koleksi lama yang telah dipunyai, akan tetapi koleksi <i>uptodate </i>yang sangat dibutuhkan masyarakat sekolah. Memang terasa cukup berat. Dengan anggaran yang terbatas, perpustakaan sekolah harus menyediakan koleksi <i>uptodate </i>yang sedemikian besar jumlahnya.</p>
<p>Untuk tujuan baik, kita semua harus berusaha bukan? Memang kalau ditanggung sendiri oleh perpustakaan akan terasa berat dan <i>imposible</i>. Bukankah banyak alternative cara pengadaan koleksi untuk mencapai jumlah ideal di atas?? Contoh. Sekolah A dengan keterbatasan dana hanya mampu membeli 1.000 judul buku yang <i>uptodate.</i>1.500 judul yang belum terpenuhi bisa disiasati dengan bekerjasama dengan perpustakaan sekolah B. Untuk jangka waktu 1 bulan koleksi yang ditukar dengan sekolah B sejumlah 500. Dengan perjanjian yang ditetapkan bersama, sekolah A akan mendapat pinjaman sejumlah buku yang sama. Setelah kerjasama selesai, bisa dilanjutkan dengan sekolah C. Begitu seterusnya. Sehingga siswa merasa koleksi yang dibaca di perpustakaan selalu ada yang baru, bacaan mereka terus berganti-ganti. Dengan cara itu, jumlah koleksi perpustakaan bisa melampaui target minimal 2.500 judul buku, walau tidak harus dipunyai sendiri. Dengan bacaan <i>uptodate </i>yang terus berganti, siswa menjadi kaya akan wawasan, ilmu pengetahuan, informasi, tidak <i>gaptek </i>serta menjadi siswa pintar yang mempunyai segudang prestasi.</p>
<p>Kita juga dapat menggunakan pedoman yang dibuat oleh IFLA/UNESCO dalam menyediakan koleksi yang bermutu dan variatif, yaitu rumusan yang menyatakan bahwa setiap siswa mendapatkan jatah 10 judul buku. Angka ini lebih kecil dibandingkan dengan kondisi perpustakaan sekolah yang ada di negara maju seperti Amerika. Di sana, untuk setiap siswa, perpustakaan sekolah mampu menyediakan 40 judul buku.</p>
<p>Akan tetapi, sekali lagi hal itu bisa disiasati. Misalnya saja dengan mendirikan kelompok baca yang terdiri dari 10 siswa. Tiap-tiap siswa membawa 1 buku, sehingga total per kelompok baca berjumlah 10 judul buku yang berbeda. Untuk setiap kelompok baca dijadualkan bisa menyelesaikan seluruh bacaannya dalam waktu 1 minggu. Setelah itu, bisa menceritakan kembali bacaan yang dibacanya, meringkas, atau pun membuat laporannya. Baru kemudian diadakan tukar-menukar bacaan diantara semua kelompok baca yang terbentuk disekolah. Apabila jadual tukar-menukar tersebut sudah terpenuhi, maka dilakukan periode baru, sehingga buku yang beredar di masing-masing kelompok baca akan mengalami peremajaan/pergantian koleksi yang baru. Sehingga siswa akan menjadi terbiasa dengan membaca, memahami setiap bacaan, kaya akan wawasan dan ilmu pengetahuan, yang menjadi prasyarat agar siswa bisa berprestasi.</p>
<p>Untuk menambah koleksi yang bermutu dan variatif, perpustakaan sekolah juga bisa menempuh langkah sebagai berikut. Setiap siswa yang lulus sekolah, diwajibkan untuk menyumbangkan 1 buku untuk dijadikan koleksi perpustakaan. Akan tetapi langkah ini perlu disosialisasikan kepada seluruh siswa, guru, manajemen sekolah, bahkan wali siswa, agar tidak terjadi salah pengertian di kemudian hari. Dengan koleksi yang bermutu dan variatif, diharapkan akan menumbuhkan kegemaran membaca serta dapat meningkatkan kemampuan berbahasa siswa.</p>
<p>Koleksi yang memadai merupakan jaminan tercapainya tujuan pendidikan, khususnya di sekolah. Formasi untuk koleksi di perpustakaan sekolah seyogyanya berisi 60 % mewakili buku non fiksi penunjang kurikulum, sedangkan 40 % berupa novel, majalah, CD, game, video, dsb. Tidak baik jika sebuah perpustakaan sekolah mengisi sebagian besar koleksinya dengan buku non fiksi saja/buku pelajaran semua. Karena siswa juga membutuhkan bacaan sebagai hiburan/refreshing seusai mereka berkutat dengan pelajaran di kelas. Pun demikian, sangat tidak baik juga apabila koleksi perpustakaan diisi dengan banyak buku-buku fiksi. Bukankah perpustakaan tidak sama dengan persewaan komik di pinggir-pinggir jalan?? Yang bisa melalaikan siswa dari tujuan utamanya untuk belajar di sekolah ??</p>
<p>Sesekali perpustakaan sekolah, harus mencoba untuk mengadakan penelitian ‘kecil-kecilan’ untuk lebih meningkatkan layanan kepada masyarakat sekolah. Misalnya saja bekerjasama dengan guru dalam menyebarkan angket kepada siswa, mengenai jenis-jenis bacaan yang disukai siswa. Hasil daripada angket tersebut bisa menjadikan masukan perpustakaan sekolah khususnya, maupun pihak manajemen dan guru. Memahami akan kebutuhan bacaan siswa, akan memotivasi siswa untuk cinta kepada membaca, cinta terhadap bacaan, sebagai penghargaan/penghormatan terhadap sebuah karya, sekaligus mendorong mereka untuk menghasilkan karya yang bermutu dan prestasi.</p>
<p>Selain buku, minat membaca siswa perlu difasilitasi misalnya dengan membuat majalah dinding untuk <i>science</i>, atau pun karya sastra yang lainnya. Siswa bisa menggunting informasi yang bermanfaat dari koran/majalah di rumah, untuk dibawa ke perpustakaan sekolah. Kemudian untuk setiap hasil guntingan tersebut dikelompokkan menurut topiknya, untuk kemudian ditempel dan dipajang sebagai hasil karya dari siswa. Dalam kurun waktu tertentu, majalah dinding di perpustakaan sekolah ini harus terus di-<i>update</i>. Hal ini akan memotivasi siswa, selain untuk gemar membaca, juga gemar berkarya. Lewat karya di dinding ini pula, akan terjadi penyebaran informasi yang bermnfaat bagi siswa-siswa lain yang membaca. Sehingga makin banyak siswa yang pandai, cerdas dan semakin mudah pula mereka untuk berprestasi.</p>
<p>Agar tidak <i>gaptek </i>serta tidak ketinggalan informasi, koleksi perpustakaan juga perlu ditambah dengan akses internet, bisa berupa jurnal pendidikan atau pun informasi terkini lainnya. Pendidikan penelusuran informasi/<i>browsing </i>di internet harus diajarkan sejak pertama kali siswa masuk di sekolah, karena akan besar manfaatnya untuk membantu proses pendidikan yang berlangsung. Setelah itu perlu dilakukan pembinaan terprogram dan monitoring terhadap aktifitas siswa dalam ber-internet. Hanya informasi yang benar-benar bermanfaat saja yang bisa dijadikan sumber ilmu pengetahuan dan pelajaran siswa dalam kelas. Dengan internet, waktu pencarian terhadap sebuah informasi relatif lebih cepat. Dan informasi dari internet akan lebih <i>uptodate</i>. Apa pun masalah yang ditemui siswa, pasti ada solusinya di internet. Siswa juga dapat mengembangkan pelajarannya dengan dibantu sumber dari internet. Dengan internet siswa akan menjadi pelajar yang <i>plus</i>, prestasi pun sudah menanti di depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perpustakaan sekolah merupakan pusat masyarakat sekolah dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Selain kinerja pustakawan sekolah serta koleksi yang baik, aktifitas layanan perlu diberdayakan guna mendukung peran perpustakaan sekolah. Aktifitas layanan perpustakaan sekolah akan banyak dipengaruhi</p>
<p>oleh aktifitas siswa dalam memanfaatkannya. Sebagai mitra siswa dalam belajar, perpustakaan sekolah dapat merencanakan <i>user education </i>agar siswa memahami maksud dan tujuan layanan yang diberikan.</p>
<p>Pustakawan sekolah harus kreatif dalam mengemas layanan panduan siswa ini. Jadual untuk <i>user education </i>ini perlu disusun sedemikian rupa agar berjalan secara efektif. Di sini siswa perlu dikenalkan bagian-bagian yang ada di perpustakaan sekolah. Seperti bagian peminjaman, penjajaran/<i>shelving </i>di rak koleksi, dsb. Di samping itu, perlu juga diajarkan fungsi dari masing-masing koleksi yang ada di perpustakaan. Dengan memahami maksud beberapa informasi yang ada di perpustakaan, siswa tidak akan salah jalan ketika akan mencari informasi dan ilmu pengetahuan sebagai pelengkap/tambahan dari mata pelajaran yang diterima di kelas.</p>
<p>Di kelas, pelajaran yang mereka terima tentu dapat dikembangkan dengan menggunakan acuan/sumber informasi di perpustakaan. Siswa bisa memperdalam ilmunya secara lebih detail. Proses penyerapan dan penalaran pelajaran merupakan awal dari proses yang harus dilalui siswa untuk menghasilkan karya yang bermutu. Siswa yang sering memanfaatkan perpustakaan sekolah, akan terbiasa dengan koleksi yang ada. Karena kelengkapan sumber informasi sangat menentukan dalam membuat karya yang bermutu, maka semakin banyak sumber informasi yang dipakai, makin baik pula suatu karya dapat dihasilkan.</p>
<p>Dengan rasio jumlah pustakawan sekolah dan siswa yang jauh dari ideal, maka seyogyanya sejak dini perpustakaan telah mengenalkan bagaimana <i>tips-tips</i>memanfaatkan layanan dan koleksi yang ada untuk membantu mencapai tujuan pendidikan siswa. Misalnya untuk sekolah dasar kelas 4 dan 5, sedangkan sekolah untuk sekolah menengah kelas 2. Selain mereka diberikan bimbingan cara memanfaatkan perpustakaan dengan benar, mereka juga dibebani kewajiban untuk mensosialisasikan kepada adik-adik kelasnya. Dengan pendidikan yang berantai, seluruh siswa akan mempunyai ilmu tentang bagaimana memanfaatkan perpustakaan sekolah dengan baik sehingga akan lebih termotivasi untuk belajar. Belajar akan menjadi aktifitas sehari-hari siswa. Siswa yang terbiasa dengan belajar, akan lebih mudah pula dalam berprestasi.</p>
<p>Siswa juga harus terus untuk dilatih berdiskusi. Misalnya saja berdiskusi tentang suatu cerpen atau mendiskusikan tentang terjadinya gelombang pasang air laut yang disebabkan oleh gerhana bulan. Bertempat di ruang diskusi perpustakaan sekolah, dipandu oleh guru dan pustakawan sekolah, siswa dilatih untuk mengungkapkan ide-ide ilmiahnya, mempertahankan pendapatnya, serta mencari solusi/kesimpulan dari suatu permasalahan yang terjadi. Untuk bisa mendapatkan ide ilmiah, siswa terlebih dahulu harus terbiasa dengan membaca maupun<i>browsing </i>di internet, sehingga wawasan keilmuan siswa akan lebih luas dan terfokus. Siswa yang kaya akan berbagai ide ilmiah, tidak akan kesulitan dalam berkarya dan berprestasi.</p>
<p>Menjajal penelitian terhadap masalah yang terjadi di sekitar, dihubungkan dengan dengan mata pelajarannya, sangat mungkin dikerjakan oleh siswa. Dengan dibantu guru pembimbing penelitan dan pustakawan sekolah, siswa akan lebih bersemangat dan termotivasi dalam penelitian. Perpustakaan sekolah harus menyediakan semua informasi yang dibutuhkan selama penelitian berlangsung, termasuk dalam pembuatan laporan penelitian.</p>
<p>Selain memberikan layanan terfokus pada siswa, perpustakaan sekolah dapat mengembangkan dan meningkatkan layanannya, bekerjasama dengan pihak-pihak terkait, antara lain orang tua siswa, sekolah sejenis yang lebih baik, serta dengan perpustakaan umum/daerah.</p>
<p>Orang tua siswa merupakan mitra belajar siswa di rumah. Dalam program membaca sebagai aktifitas siswa di rumah, perpustakaan sekolah dapat memotivasi orang tua agar menjadi teladan bagi putra-putrinya. Saat menunggu anaknya pulang sekolah, orang tua bisa meluangkan waktu untuk membaca di perpustakaan sekolah. Selain itu, peran oarang tua juga bisa menjadi penyedia anggaran untuk pembelian buku, memberi hadiah ulang tahun dengan buku cerita/<i>science </i>terbitan terbaru, membudayakan membaca surat kabar/majalah di rumah, serta mengajak anak-anak ke perpustakaan umum/daerah saat setiap libur akhir pekan. Budaya membaca dan belajar yang dikembangkan orang tua akan mendarah daging pada anak, sehingga secara otomatis, otak mereka selalu terasah dengan ilmu dan pengetahuan. Siswa tidak akan mengalami kesulitan lagi dalam penyerapan dan penalaran pelajaran jika otak mereka selalu terasah dan terbiasa dengan ilmu pengetahuan. Bukankah siswa berprestasi akan selalu mengasah pola fikirnya dengan ilmu pengetahuan ??</p>
<p>Untuk menjadi lebih baik, perpustakaan sekolah harus terus berbenah. Studi banding dengan sekolah yang sejenis, tetapi sudah terlebih dulu memiliki prestasi; harus terus dilakukan. Mereka bisa berbagi tentang cara belajar, cara menambah ilmu pengetahuan di luar kelas, cara memanfaatkan perpustakaan beserta koleksinya, dsb. Tujuannya agar rahasia sekolah unggulan dapat diterapkan, dan siswa yang belum berprestasi dapat berbagi pengalaman dengan siswa sekolah ungulan yang telah berprestasi.</p>
<p>Dengan perpustakaan umum/daerah, perpustakaan sekolah juga bisa bekerjasama dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan layanannya kepada siswa, khususnya bagi siswa kelompok usia anak dan remaja. Kerjasama dapat dilakukan misalnya dengan melakukan <i>study visit </i>ke perpustakaan umum/daerah untuk mengetahui koleksi apa saja yang sesuai untuk siswa pada usia anak-anak atau remaja, serta layanan apa saja yang telah dihadirkan di sana. Sehingga sepulang dari perpustakaan umum/daerah, siswa akan memiliki wawasan tentang semua hal yang berkait dengan perpustakaan dan jasa layanannya. Sedangkan bagi perpustakaan sekolah, bisa berbenah ke dalam. Siswa yang senang dan sering memanfaatkan perpustakaan sebagai penyedia jasa informasi dan ilmu pengetahuan, akan terbantu dalam mewujudkan prestasi dan cita-citanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sember: <meta http-equiv="content-type" content="text/html; charset=utf-8" /><a href="http://www.diknas-padang.org/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=23&amp;artid=775">http://www.diknas-padang.org/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=23&amp;artid=775</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN</title>
		<link>https://perpustakaansidodadi.com/761/kualitas-pelayanan-perpustakaan/</link>
					<comments>https://perpustakaansidodadi.com/761/kualitas-pelayanan-perpustakaan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adminweb]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2014 08:08:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info perpustakaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://perpustakaansidodadi.com/?p=761</guid>

					<description><![CDATA[Perpustakaan adalah merupakan organisasi publik yang memiliki peran strategis dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Perkembangan perpustakaan mencerminkan kebutuhan sosial, kultural dan  pendidikan suatu masayarakat, sehingga perkembangan perpustakaan tidak terlepas dari perkembangan masyarakat itu sendiri. Hal tersebut berarti, bahwa perkembangan perpustakaan akan dipengaruhi oleh perkembangan kebutuhan dan keinginan dari pemustakanya, sehingga &#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perpustakaan adalah merupakan organisasi publik yang memiliki peran strategis dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Perkembangan perpustakaan mencerminkan kebutuhan sosial, kultural dan  pendidikan suatu masayarakat, sehingga perkembangan perpustakaan tidak terlepas dari perkembangan masyarakat itu sendiri. Hal tersebut berarti, bahwa perkembangan perpustakaan akan dipengaruhi oleh perkembangan kebutuhan dan keinginan dari pemustakanya, sehingga perpustakaan harus mengupayakan pemenuhan terhadap keinginan dan kebutuhan pemustaka tersebut.</p>
<div></div>
<div>Didalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007, tentang perpustakaan,  pemustaka adalah pengguna perpustakaan yang terdiri dari peseorangan, kelompok orang, masyarakat atau lembaga yang memanfaatkan  fasilitas layanan perpustakaan. Dengan demikian untuk merekalah perpustakaan dibangun dan  dikembangkan sesuai dengan tuntutannya. Dengan demikian kepuasan pemustaka perlu secara berkelanjutan diupayakan dengan tujuan agar mereka terus memanfaatkan perpustakaan.</div>
<div></div>
<div>Dari keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh perpustakaan pada akhirnya akan bermuara pada nilai yang akan diberikan oleh pemustaka mengenai kepuasan yang dirasakan. Selanjutnya dinyatakan, bahwa kepuasan merupakan tingkat persaan dimana seseorang menyatakan hasil perbandingan atas kinerja produk atau jasa yang diterima dan diharapkan oleh orang tersebut (Kotler dalam Lupiyoadi, 2006). Hal tersebut berarti bahwa kepuasan pemustaka akan tercipta apabila jasa layanan perpustakaan yang diterima oleh pemustaka paling tidak sebanding dengan jasa yang diberikan oleh perpustakaan. Kemudian Khaerunnas dan Assauri (2011: 1) menyatakan, bahwa  <i>perceived quality </i>(persepsi kualitas) merupakan persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan terkait dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan. Hal tersebut jika di perpustakaan, berarti bahwa poersepsi kualitas meruapakan perpsepsi pemustaka terhadap keseluruhan kualitas jasa pelayanan perpustakaan yang berhubungan dengan layanan perpustakaan yang diharapkan oleh pemustaka.</div>
<div></div>
<div>Pemusataka sering disebut sebagai pelanggan yang merupakan nyawa atau kehidupan dalam perusahaan. Pelanggan terutama pelanggan yang loyal, harus tetap dijaga agar tidak berpaling ke perusahaan lain. Sama halnya dengan usaha konvensional, pemustaka sebagai pelanggan  perpustakaan perlu terus diperhatikan dan dilayani dengan sebaik-baiknya (Achmad).</div>
<div></div>
<div>Menurut Sutardji dan Maulidiyah dalam Achmad, bahwa kepuasan merupakan suatu keadaan dalam diri seseorang atau sekelompok orang yang telah berhasil mendapatkan sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan. Kepuasan pengguna informasi merupakan kesepadanan antara kebutuhan yang ingin dipenuhi dengan kenyataan yang diterimanya.</div>
<div></div>
<div>Jadi kualitas pelayanan perpustakaan, dapat dilihat jika pemustaka puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan, maka sudah tentu pelayanan perpustakaan akan dianggap berkualitas.</div>
<div></div>
<div>Kualitas menurut ISO 9000 adalah : ”<i>degree to which a set of inherent characteristics fulfils requirement”</i> (derajat yang dicapai oleh karakteristik yang inheren dalam memenuhi persyaratan) seperti dinyatakan oleh Lupiyoadi dan Hamdani (2006: 175). Persyaratan dalam hal tersebut adalah kebutuhan atau harapan yang dinyatakan, biasanya tersirat atau wajib. Dengan demikian kualitas seperti yang diinterpretasikan oleh ISO 9000 tersebut merupakan perpaduan antara sifat dan karakteristik yang menentukan sejauh mana <i>ouput</i> dapat memenuhi persyaratan  kebutuhan pelanggan.</div>
<div></div>
<div>Lupiyoadi dan Hamdani (2006: 175) menyatakan, bahwa pada dasarnya konsep kualitas bersifat relatif, yang bergantung pada perspektif yang digunakan untuk menentukan ciri-ciri dan spesifikasi. Terdapat tiga orientasi kualitas yang seharusnya konsisten satu sama lain (1) persepsi konsumen; (2) produk (jasa); (3) proses. Perpustakaan adalah merupakan organisasi yang memproduksi jasa, disini diperlukan konsistensi untuk ketiga orientasi tersebut agar dapat memberikan pelayanan yang berkualitas.</div>
<div></div>
<div>Didalam dunia bisnis, konsep kepuasan pelanggan masih bersifat abstrak. Kepuasan pelanggan adalah merupakan evaluasi purnabeli yang merupakan pemilihan alternatif yang dipilih paling tidak memberikan hasil (<i>outcome</i>) yang sama atau melebihi harapan. Namun akan terjadi hal yang sebaliknya, yaitu ketidakpuasan akan terjadi apabila hasil  yang didapatkan tidak dapat memenuhi harapan dari pelanggan (Tjitptono, 2008: 38).</div>
<div></div>
<div>Untuk mengetahui kualitas pelayanan (<i>service quality</i>) dapat dilakukan dengan cara membandingkan persepsi dari para pemustaka atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perpustakaan.</div>
<div></div>
<div>Penilaian pemustaka terhadap kualitas jasa perpustakaan akan terjadi selama proses penyampaian pelayanan. Setiap kontak yang terjadai antara pihak perpustakaan dengan pengguna merupakan gambaran mengenai suatu <i>moment of truth</i>, yaitu suatu peluang untuk memuaskan atau tidak memuaskan pemustaka (Jafar, 2005: 48).</div>
<div></div>
<div>Pelayanan  didefinisikan sebagai setiap tindakan atau kegiatan yang dapat dapat ditawarkan oleh suatu  pihak kepada pihak lain, hal tersebut pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik. Pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen (Kotler, 2002: 83). Dengan demikian, jika  dalam kenyataannya atau pelayanan yang diberikan melebihi dari yang diharapkan oleh para pemustaka, mereka akan merasa sangat puas. Namun jika  pelayanan yang diberikan perpustakaan sama dengan yang diharapkan mereka akan puas. Sebaliknya jika layanan yang diberikan tidak sesuai atau bahkan dibawah harapanya, maka mereka akan merasa tidak puas atau bahkan sangat tidak puas.</div>
<div></div>
<div>Dewasa ini masyarakat semakin membutuhkan pelayanan yang efisien responsif, dan berkualitas. Kotler dalam Jafar (2000: 48) menyatakan bahwa kualitas akan dimulai dari penerima layanan dan akan berakhir pada persepsi penerima layanan, dalam hal ini adalah pemustaka atau pengguna perpustakaan. Dengan demikian, citra kualitas pelayanan perpustakaan yang baik bukanlah berdasarkan sudut pandang dari pihak perpustakaan, melainkan berdasarkan sudut pandang pemustaka.</div>
<div></div>
<div>Hal tersebut berarti bahwa seharusnya  perpustakaan mampu merespon dengan menyediakan layanan yang terbaik untuk pemustaka,  sehingga  pustakawan ditutuntut untuk dapat melayani dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan hasil yang otptimal. Dewasa ini terjadi perubahan <i>trend</i> dalam hal perilaku pemustaka, sehingga diperlukan perubahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan yang berorientasi kepada pemustaka (<i>user oriented</i>).</div>
<div></div>
<div>Untuk menciptakan kepuasan pemustaka, perpustakaan harus dapat memenuhi harapan dari pemustaka tersebut. Seperti dinyatakan oleh Tjiptono (2008: 98), bahwa :</div>
<div>Harapan pelanggan merupakan  perkiraan atau keyakinan pelanggan tentang apa yang akan ditemimanya bila ia membeli atau mengkonsumsi suatu produk. Sedangkan kinerja yang dirasakan adalah persepsi pelanggan terhadap apa yang ia terima seteleh menkonsumsi apa yang ia beli.</div>
<div></div>
<div>Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi harapan pelanggan, seperti pengalaman berbelanja di masa lalu, opini teman dan kerabat, serta informasi dan janji-janji perusahaan dan para pesaing (Tjiptono, 2008: 98). Dengan melihat pernyataan tersebut perpustakaan harus dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan terhadap pemustaka, sehingga perpustakaan akan mendapat opini yang baik. Kelengkapan informasi di perpustakaan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena perpustakaan juga mendapat pesaing dalam dunia penyediaan informasi oleh badan-badan informasi lainnya dan internet.</div>
<div></div>
<div>Dengan demikian untuk dapat memberikan kepuasan kepada pemustaka, maka perpustakaan perlu terus mengikuti dan mengembangan teknologi komunikasi dan informasi, guna memberikan pelayanan kepada pemustaka kapan saja dan dimana saja. Jika perpustakaan dapat melakukan hal tersebut maka kepuasan pemustaka akan terpenuhi, yang kemudian akan berdampak pada kualitas pelayanan perpustakaan.</div>
<div></div>
<div></div>
<div><b>DAFTAR PUSTAKA</b></div>
<div></div>
<div>Achmad, <i>Menuju Kepuasan Pemustaka (Towards Library Users Satisfaction</i>),  fisip.unair.ac.id/image/pdf/achmad.pdf, diakses tanggal 7 Januari 2012, Jam 12.10 WIB.</div>
<div></div>
<div>Fandy Tjiptono,  2008. <i>Strategi Bisnis</i>. Yogyakarta : Andi.</div>
<div></div>
<div>Farida Jafar, 2005. <i> Manajemen  Jasa : Pendekatan Terpadu</i>. Jakarta:  Ghalia Indonesia.</div>
<div></div>
<div>Khairunnas, dan Sofjan Assauri, Analisis Pengaruh Brand Identity Design Terhadap Proses Pembentukan Brand Awareness : studi kasus : Nordhenbasic. <i>Manajemen Usahawan Indonesia,</i> Vol. 41 No. 1 Januari-Februari, 2011, hlm. 1.</div>
<div></div>
<div>Kotler, Philip, 2002. <i>Manajemen Pemasaran di Indonesia: Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian. </i>Jakarta : Salemba Empat.</div>
<div></div>
<div>Lupiyoadi, Rambat dan A. Hamdani, 2006.  <i>Manajemen Pemasaran Jasa, edisi 2</i>. Jakarta: Salemba Empat.</div>
<div></div>
<div>Riyanto, Agus,  Yeremias T. Keban,  Ratminto, Analisis  Kualitas Jasa Pelayanan Perpustakaan Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (Service Quality Analysis of  Postgraduate Library of Gadjah Mada University Yogyakarta), <i>Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, </i>Volume II Nomor 1, 2004.</div>
<div></div>
<div>http://djokoprasety.blogspot.com/2012/07/kualitas-pelayanan-perpustakaan.html</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://perpustakaansidodadi.com/761/kualitas-pelayanan-perpustakaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
